Prabowo soal TNI-Polri Urus Jagung: Ini Indonesia, Bung!

Presiden Prabowo Subianto berpidato pada peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupa
Presiden Prabowo Subianto berpidato pada peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
0 Komentar

PRESIDEN RI menjelaskan, keterlibatan TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan nasional seperti pengelolaan jagung hingga sawah merupakan keberpihakan aparat kepada rakyat. Dia menjelaskan, aparat memang harus hadir membantu rakyat, termasuk dalam urusan ketahanan pangan.

Prabowo mengungkapkan, ia sering mendapat ejekan dari luar negeri terkait peran TNI dan Polri dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dia pun merasa tidak ambil pusing dengan kritikan itu. Pasalnya, terbukti peran TNI dan Polri dalam ketahanan pangan nasional, cukup signifikan.

“Saya ditanya, saya diejek di negara-negara lain. Saya memang kenyang diejek, tidak apa-apa. Biar saja. Paling diejek. Rakyat yang susah lebih menderita tiap hari,” ucap Prabowo saat berpidato dalam peresmian Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

Dia pun mengungkapkan, ejeken yang datang dari pihak tertentu mempertanyakan mengapa militer sampai turun ke sawah. Pun dengan kepolisian ikut terlibat menamam jagung. Menurut Prabowo, justru TNI dan Polri terlibat program ketahanan pangan karena mereka ikut memikirkan kebutuhan rakyat Indonesia.

“Gimana kok polisi ngurus jagung, kok tentara ngurus sawah? Ya inilah saya katakan TNI adalah tentara rakyat, polisi kita harus jadi polisi rakyat,” ujar Prabowo.

Sementara saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, Prabowo menekankan, ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ekonomi atau komoditas perdagangan. Ketahanan pangan juga menyangkut keberlangsungan hidup dan kedaulatan suatu bangsa

“Selalu saya katakan, pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa. Saya tidak memandang pangan sebagai sekadar komoditas. Pangan adalah masalah hidup suatu bangsa,” jelasnya.

Prabowo menjelaskan, pandangannya mengenai pentingnya pangan juga dipengaruhi pengalaman selama menjalani karier militer. Sebagai mantan komandan Kopassus, ia memahami, kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh persenjataan, tetapi juga oleh ketersediaan pangan.

“Sebelum kita berangkat operasi, kita cek berapa beras yang kita punya. Kalau pasukan tidak ada beras, kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang,” ucap Prabowo.

Dia menegaskan, pangan tidak dapat dipandang semata berdasarkan pertimbangan efisiensi ekonomi atau harga yang lebih murah melalui impor. Menurut Prabowo, yang terpenting adalah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dalam situasi apa pun, terutama di tengah ketidakpastian global.

0 Komentar