Prabowo Minta Ekspor Beras Tak Rugikan Petani, Harga Harus Tetap Menguntungkan

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan peletakan batu pertama gudang ketahan
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan peletakan batu pertama gudang ketahanan pangan Polri di Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. (foto: Setpres/yt)
0 Komentar

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk tidak mengekspor beras Indonesia dengan harga terlalu murah kepada negara lain. Ia mendengar kabar banyak negara yang meminta harga korting atau diskon.

“Kalau mereka butuh kita harus bantu, kita jual kepada mereka, tapi harganya yang okelah, jangan petani kita korban, iya kan? Harga harus minimal, minimal untung dikit lah, Pak Amran ya,” kata Prabowo saat peresmian operasionalisasi koperasi desa dan kelurahan merah putih di Nganjuk, di kutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo pun mencari Dirut Perum Bulog, Letjen (purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Ia pun meminta agar Bulog tidak menjual beras dengan harga murah, tetapi juga tidak terlalu mahal.

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

“Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok, tapi jangan jual terlalu murah. Ingat, krisis bisa lama ini,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, di tengah krisis global, Indonesia telah mencapai keamanan pangan dan dapat meraih prestasi berupa menjual hasil bumi seperti beras kepada negara lain yang kerap membanggakan diri.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita kan begitu? Tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta, boleh enggak kita beli beras?” tutur Prabowo.

Kata Prabowo, eskpor beras ini merupakan dampak dari sejumlah negara yang memilih tak lagi menjual berasnya di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Sebelumnya, masih di Nganjuk, Prabowo juga meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah. Dalam sambutannya, Prabowo juga membanggakan Indonesia yang melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara usai adanya dinamika minyak dunia imbas penutupan Selat Hormuz.

Kata Prabowo, banyak negara yang kesulitan dan panik lantaran 20 persen minyak dunia harus melewati Selat Hormuz, Iran. Hal tersebut, juga mempengaruhi jumlah pupuk.

“20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz, berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan,” ujar Prabowo.

0 Komentar