Sementara itu, Uganda melaporkan seorang warga asal Kongo meninggal di Kampala akibat Ebola strain Bundibugyo yang diduga merupakan kasus impor.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO telah mengirim tim ke Ituri sejak awal Mei dan mengalokasikan dana darurat sebesar USD500 ribu untuk mendukung pengawasan, pelacakan kontak, pengujian laboratorium, dan layanan perawatan.
Wabah terbaru ini muncul di tengah memburuknya situasi keamanan di Ituri akibat bentrokan kelompok bersenjata.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) sebelumnya memperingatkan kondisi konflik dan buruknya fasilitas kesehatan dapat mempercepat penyebaran penyakit di kamp-kamp pengungsian.
Ini menjadi wabah Ebola yang ke-17 di Republik Demokratik Kongo sejak virus tersebut pertama kali ditemukan pada 1976.
