RANCANGAN Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz telah mendapatkan 112 sponsor bersama, menurut sumber diplomatik, yang menggarisbawahi luasnya keprihatinan global atas penutupan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.
Resolusi tersebut, yang diajukan oleh Bahrain dan Amerika Serikat, bertujuan untuk melindungi jalur air internasional, pelayaran komersial, dan pasokan energi, serta untuk memastikan keselamatan para pelaut, kata sumber tersebut kepada Al Jazeera, seperti dikutip (13/5).
Resolusi ini juga menyerukan penghentian serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya di Teluk.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait telah bergabung dengan Manama dan Washington sebagai sponsor utama, sementara India, Jepang, Korea Selatan, Kenya, Argentina, dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa juga telah menandatanganinya, kata sumber tersebut.
“Daftar tersebut mencakup tiga halaman penuh,” kata koresponden Al Jazeera di New York, Gabriel Elizondo.
“Pada dasarnya, resolusi ini didukung bersama oleh dua pertiga dari seluruh 193 negara anggota PBB,” lanjutnya.
Ini adalah resolusi kedua yang diajukan Bahrain kepada Dewan Keamanan. Resolusi pertama, yang diajukan bulan lalu, diveto oleh Tiongkok dan Rusia.
Kedua negara tersebut telah menyatakan keberatan terhadap rancangan baru ini, meskipun masih belum jelas apakah mereka bermaksud untuk memveto lagi jika resolusi tersebut sampai pada tahap pemungutan suara.
Diektahui, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pemungutan suara rancangan resolusi terbaru.
Upaya diplomatik ini dilakukan ketika negosiasi perdamaian antara Iran dan AS tetap buntu. AS menuntut agar Iran membongkar program nuklirnya dan mencabut pembatasan di selat tersebut.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Iran membalas dengan seruan untuk ganti rugi perang, penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhannya, dan gencatan senjata di semua lini, termasuk di Lebanon, tempat sekutu AS, Israel, berperang melawan Hizbullah yang didukung Iran.
Iran juga bersikeras setiap penyelesaian harus mengakui kedaulatannya atas Selat Hormuz, sebuah tuntutan yang oleh Washington digambarkan sebagai tidak dapat diterima.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Hari Selasa menuduh AS berupaya untuk menyerah daripada mencapai perdamaian.
