“Perdamaian sejati tidak dapat dibangun dengan bahasa penghinaan, ancaman, dan pengambilan konsesi secara paksa,” tulisnya di X.
Tuntutan Iran, katanya, mewakili “bukan tuntutan maksimal” tetapi “persyaratan minimum untuk setiap kesepakatan yang serius dan berkelanjutan.”
Kekuatan regional juga meningkatkan upaya diplomatik mereka. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, melakukan perjalanan ke Doha pada hari Selasa untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Qatar, memperingatkan Selat Hormuz tidak boleh digunakan sebagai senjata.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
“Semua negara di dunia sekarang merasakan dampak penutupan Selat Hormuz,” katanya, menyerukan kesepakatan untuk membuka kembali jalur air tersebut untuk lalu lintas bebas.
Sedangkan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani memperingatkan terhadap kembalinya pertempuran, mendesak dukungan untuk upaya mediasi Pakistan.
“Kami tidak mendukung dimulainya kembali perang,” katanya.
“Peran yang dimainkan Pakistan sangat penting dan krusial bagi seluruh kawasan dan dunia,” tandasnya.
