Investigasi CNN: Rusia Diam-diam Kirim Komponen Reaktor Nuklir ke Pyongyang

Kapal kargo Rusia Ursa Major
Kapal kargo Rusia Ursa Major
0 Komentar

SEBUAH kapal kargo Rusia diduga membawa sejumlah reaktor nuklir untuk dikirim diam-diam ke Korea Utara (Korut).

CNN melakukan investigasi terhadap kapal dengan nama Ursa Major usai meledak dan tenggelam dalam kondisi misterius.

Kapal tersebut ditemukan tenggelam pada 23 Desember 2024. Beberapa waktu setelah insiden, sejumlah aset militer Amerika Serikat (AS) dan Rusia mendatangi bangkai kapal yang berada jauh di dasar laut.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Berdasarkan investigasi CNN, kapal Ursa Major pertama kali berlayar dua bulan setelah Korea Utara mengirim pasukan militer ke Rusia untuk berperang melawan Ukraina.

Saat itu, kapal tercatat membawa sejumlah barang, yakni 129 kontainer kosong, dua derek Liebherr besar, dan dua penutup lubang got (manhole cover) besar.

CNN mencurigai ada kejadian janggal terhadap Ursa Major ketika kapal meledak dan berakhir tenggelam sekitar 60 mil dari Spanyol. Pasalnya, Ursa Major mengalami sejumlah ledakan sebelum kandas dan beberapa ledakan lagi setelah karam.

Menurut penyelidikan Spanyol, kapal kemungkinan meledak karena serangan torpedo langka menembus lambung kapal. Serangan ini diduga kuat diluncurkan Amerika Serikat karena saat itu perang di Ukraina mencapai puncaknya dan menguntungkan Rusia.

Ketika itu merupakan periode terakhir mantan Presiden AS Joe Biden. CNN menduga ada keinginan kuat dari Washington untuk tidak langsung bersitegang dengan Moskow.

Kapal Ursa Major, yang juga dikenal sebagai Sparta 3, tercatat berlayar dengan tujuan Vladivostok, timur jauh Rusia. Kapal ini dikawal dua kapal militer Rusia, yakni Ivan Gren dan Aleksandr Otrakovsky.

Kapal bergerak menyusuri pantai Prancis sebelum pesawat dan kapal Angkatan Laut Portugal melacaknya di perairan mereka.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Pada 22 Desember 2024, kapal tiba di perairan Spanyol. Kapal sempat melambat secara drastis hingga mendorong tim penyelamat Spanyol menghubungi melalui radio dan memeriksa apakah kapal dalam keadaan darurat.

Awak kapal saat itu mengaku baik-baik saja.

Namun, 24 jam kemudian, kapal menyimpang tajam dari jalurnya. Pada pukul 11.53 UTC, kapal mengeluarkan panggilan darurat.

Tiga ledakan terjadi di sisi kanan lambung, kemungkinan di dekat ruang mesin. Dua awak tewas dalam insiden tersebut.

0 Komentar