Kapal penyelamat Spanyol meluncur untuk mengevakuasi 14 awak kapal yang selamat. Setengah jam kemudian, kapal militer Rusia yang mengawal Ursa Major memerintahkan kapal-kapal di dekatnya menjaga jarak dua mil laut dan mengembalikan awak kapal yang diselamatkan.
Otoritas Spanyol menolak karena ingin menyelamatkan kapal beserta awak. Helikopter pun dikirim ke Ursa Major untuk memeriksa adakah korban lain yang masih terjebak.
Saat tim berhasil menaiki kapal, Ursa Major tampak stabil dan tidak mungkin tenggelam dalam waktu dekat. Namun, pada pukul 21.50 waktu setempat, kapal militer Rusia Ivan Gren menembakkan serangkaian suar merah ke lokasi dan terjadi ledakan keempat.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Empat sinyal seismik tercatat pada waktu tersebut yang polanya menyerupai ranjau bawah laut. Pada pukul 11.10, Ursa Major tenggelam.
Belasan awak kapal yang merupakan warga Rusia dibawa ke Cartagena untuk diinterogasi oleh polisi dan penyelidik Spanyol.
Sang Kapten saat itu enggan bicara mengenai dugaan isi kapal karena khawatir akan keselamatannya.
Penyelidik kemudian menekannya hingga akhirnya mengaku bahwa barang-barang yang tercatat dalam manifes kapal bukan yang sebenarnya.
“Dia akhirnya mengaku bahwa barang-barang itu komponen dua reaktor nuklir mirip dengan yang digunakan di kapal selam. Menurut kesaksiannya, dan tanpa dapat dikonfirmasi, komponen tersebut tidak berisi bahan bakar nuklir,” demikian hasil penyelidikan, yang merujuk pada dua penutup lubang got.
Kapten bernama Igor Anisimov tersebut juga mengatakan bahwa ia yakin akan pergi ke pelabuhan Rason di Korea Utara untuk mengantar komponen reaktor tersebut.
Seminggu kemudian, menurut sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut, militer Rusia kembali ke lokasi kapal tenggelam. Kapal Yantar, yang secara resmi merupakan kapal penelitian Rusia, berada di atas reruntuhan Ursa Major selama lima hari.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Empat ledakan kemudian terdeteksi lagi, yang kemungkinan menargetkan sisa-sisa kapal di dasar laut.
Ledakan-ledakan pasca insiden ini diyakini bukti bahwa Rusia ingin menghilangkan barang yang dibawa Ursa Major.
Hal ini pun menguatkan spekulasi bahwa barang yang dibawa Ursa Major benar reaktor nuklir.
Militer AS sempat mengerahkan pesawat pendeteksi nuklir ke lokasi tenggelamnya Ursa Major, yakni WC135-R.
