PENGAMAT politik alumni UGM, Heru Subagia, angkat bicara soal kontroversi kritik Amien Rais terhadap pemerintahan Prabowo yang kini viral.
Menurut Heru, pernyataan Amien Rais bukan serangan pribadi terhadap Presiden Prabowo Subianto maupun Sekretaris Kabinet Teddy. Justru sebaliknya, kritik tersebut mencerminkan kegelisahan mendalam masyarakat terhadap arah pemerintahan saat ini.
“Pak Amien Rais berjiwa besar. Beliau menganggap Prabowo sebagai teman, bukan musuh. Kritik yang disampaikan adalah tanggung jawab moral seorang negarawan untuk mengingatkan demi kebaikan bangsa,” tegas Heru, Senin (11 Mei 2026).
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Heru menilai narasi yang dibangun Hercules terlalu berlebihan dan sesat bahasa. Hercules seolah menempatkan Amien Rais sebagai pihak yang sedang menyerang harkat dan martabat kepala negara, padahal isi kritik Amien adalah suara kegelisahan rakyat yang lebih luas.
Lebih jauh, Heru menepis tudingan Hercules yang menyebut Amien Rais sudah tua dan tidak relevan.
“Justru di usia 82 tahun, Pak Amien masih konsisten berjuang untuk bangsa. Kritiknya tidak mengenal umur, waktu, maupun kepentingan pribadi,” katanya.
Heru juga memberikan saran langsung kepada Hercules: alih-alih melontarkan tuduhan melalui media massa, lebih baik berdiskusi secara langsung dengan Amien Rais. Dengan cara itu, bisa lahir pemahaman bersama, bukan sekadar polemik murahan di ruang publik.
“Pak Amien adalah negarawan, bukan preman politik. Kritiknya harus dipandang sebagai nasehat kenegarawanan demi keberlangsungan negara, bukan dendam pribadi,” pungkasnya.
