Barack Obama Akui Kerap Dihasut Benjamin Netanyahu untuk Gempur Iran

Barack Obama dan Benjamin Netanyahu (Reuters)
Barack Obama dan Benjamin Netanyahu (Reuters)
0 Komentar

PRESIDEN ke-44 Amerika Serikat Barack Obama mengaku pernah dihasut berulang kali oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menggempur habis-habisan Iran.

Dalam video yang dirilis New Yorker pada Senin (4/5), Obama mengatakan Netanyahu menggunakan argumen dan justifikasi yang sama untuk menyerang Iran saat membujuk Presiden Donald Trump.

Obama lalu mengatakan ada perbedaan mendasar antara dia dan Netanyahu terkait Iran.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

“Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan pendapat saya dengan Bapak Netanyahu,” kata Obama, dikutip Middle East Monitor (MEMO).

Di kesempatan itu, Obama juga meragukan perang bisa menguntungkan AS dan Israel. Meskipun di satu sisi, dia yakin tujuan Netanyahu sudah tercapai.

Sebelumnya pengakuan serupa sempat disampaikan Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kery. Dia menyebut Netanyahu berulang kali mendesak berbagai pemimpin AS untuk meluncurkan serangan ke Iran.

Kery mengatakan mereka yakni George W Bush, Barrack Obama, dan Joe Biden.

“Dia [Netanyahu] ingin kami menyerang [Iran],” kata Kery, dikutip Anadolu Agency.

Netanyahu, kata dia, mengajukan proposal serangan tersebut secara langsung ke para presiden AS sebelumnya tetapi menemui jalan buntu.

Netanyahu mempresentasikan argumen rinci yang disebut “presentasi empat poin”. Proposal itu mengeklaim serangan militer bisa membunuh jajaran kepemimpinan, memicu perubahan rezim, dan menghancurkan kekuatan militer Iran.

Satu-satunya presiden AS yang menerima bujuk rayu Netanyahu adalah Trump.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

AS dan Israel lalu meluncurkan serangan brutal ke Iran pada 28 Februari. Operasi ini menyebabkan pemimpin tertinggi dan pejabat top pertahanan Iran tewas.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan balik ke Israel serta aset militer AS di negara Teluk dan menutup jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz.

0 Komentar