KAI Commuter menanggapi soal video yang beredar di media sosial terkait adanya tindakan pelecehan seksual, di Stasiun Kebayoran, Sabtu (2/5/2026). Petugas menyusuri area peron Stasiun Kebayoran usai mendapatkan laporan dari penumpang yang melihat orang mencurigakan dan diduga melakukan tindakan melanggar hukum.
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan menjelaskan bahwa kejadian bermula saat salah seorang pengguna Commuter Line melihat orang tidak dikenal saat berada di bawah ujung peron 2 Stasiun Kebayoran yang akan mengambil foto atau video saat pengguna naik dan turun dari kereta.
“Salah seorang pengguna yang mengetahui hal tersebut melaporkannya ke petugas di Stasiun Palmerah,” kata Leza dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Kata Leza, petugas di stasiun melakukan koordinasi dan langsung menuju lokasi untuk menelusuri area tersebut, sesuai dengan laporan dari pengguna.
“Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut,” ujar Leza.
Lebih lanjut, Leza mengatakan petugas telah menelusuri melalui rekaman CCTV di area stasiun, namun dari rekaman yang ada juga tidak terlihat orang yang mencurigakan tersebut.
KAI Commuter mengucapkan terima kasih kepada pengguna atas informasi yang disampaikan kepada petugas dan mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak segan-segan melaporkan secara langsung kepada petugas jika merasa atau melihat kejadian yang mencurigakan untuk penanganan awal.
“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespons laporan-laporan yang mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” pungkas Leza.
