Kesepakatan AS-Iran Tercapai, Selat Hormuz Dibuka Sepenuhnya Selama 30 Hari

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. - (Wikimedia Commons)
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. - (Wikimedia Commons)
0 Komentar

AMERIKA Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati, sebagai bagian dari kesepakatan awal, untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan, lapor Washington Post mengutip seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya. Kesepakatan perdamaian awal antara AS dan Iran itu juga mencakup penundaan pembicaraan nuklir hingga waktu yang akan datang, demikian laporan media tersebut mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya.

Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu disebutkan masih belum disetujui oleh pihak Iran, menurut laporan itu yang juga mengutip seorang diplomat yang namanya dirahasiakan.

Menurut surat kabar tersebut, kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna mencapai penyelesaian akhir.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap target-target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Presiden AS Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu”.

Peningkatan ketegangan di sekitar wilayah Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, serta berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan Timur Tengah.

Akibat hambatan tersebut, sebagian besar negara di dunia mengalami kenaikan harga bahan bakar dan produk industri.

Sebelumnya Iran dilaporkan telah menyetujui rancangan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat serta membuka kembali Selat Hormuz, menurut liputan The New York Times, Sabtu. Usulan kesepakatan damai tersebut akan mencakup penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, dengan fokus utama pada pembukaan Selat Hormuz, kata media tersebut mengutip tiga pejabat senior Iran.

Kesepakatan yang diusulkan mencakup pencabutan blokade laut AS terhadap Iran serta diizinkannya kembali lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz yang strategis tanpa pemungutan bea lintas oleh Iran, kata The New York Times.

0 Komentar