ANALISIS data pelayaran menunjukkan bahwa 81 dari 145 kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz dengan melanggar keputusan AS berhasil melakukannya.
Aksi ini berlangsung sejak diberlakukannya blokade terhadap kapal-kapal terkait dengan pelabuhan-pelabuhan Iran pada 13 April lalu, yang mewakili sekitar 56 persen dari total lalu lintas pelayaran sejak keputusan AS tersebut mulai berlaku.
Analisis data dari platform MarineTraffic menunjukkan bahwa 53 kapal yang melanggar keputusan AS telah melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Baik yang datang maupun berangkat dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan Iran, atau yang mengibarkan bendera Iran, di antaranya 11 kapal yang terdaftar dalam daftar sanksi AS.
Selain itu, 28 kapal lain yang terdaftar dalam daftar sanksi dan tidak terkait dengan pelabuhan Iran juga melintasi selat tersebut, sehingga total jumlah kapal yang melanggar mencapai 78 kapal sejak dimulainya blokade AS.
Data tersebut menunjukkan bahwa 11 kapal yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan yang bermarkas di Tiongkok, India, Pakistan, dan Turki gagal melintasi selat tersebut selama periode yang sama.
Analisis ini didasarkan pada pemantauan pergerakan terkonfirmasi dari kapal-kapal yang mengaktifkan perangkat pelacaknya saat melintasi Selat Hormuz.
Analisis tersebut juga menunjukkan bahwa ada kapal yang mematikan perangkat sinyalnya sebelum melintasi selat. Ini berarti angka-angka yang tercantum dalam analisis ini berpotensi jauh lebih tinggi.
Komando Pusat AS telah mengumumkan bahwa blokade tersebut menargetkan kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan Iran atau yang berangkat darinya, tanpa mencakup kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz antara pelabuhan-pelabuhan non-Iran.
Amerika Serikat telah mengerahkan setidaknya 15 kapal, termasuk satu kapal induk dan 11 kapal perusak, di kawasan Timur Tengah, menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat AS.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Namun, data pelacakan selama 24 jam pertama sejak keputusan tersebut diberlakukan menunjukkan bahwa Iran tidak memperdulikan keputusan AS tersebut.
Sebanyak 5 kapal yang mengibarkan bendera Iran melintasi Selat Hormuz, sementara 6 kapal lainnya terkait dengan pelabuhan-pelabuhan Iran, baik yang berangkat dari sana maupun yang menuju ke sana.
Sementara Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS (CENTCOM) mengumumkan telah mengalihkan rute 39 kapal yang melanggar aturan.
Data pelacakan menunjukkan bahwa 50 kapal telah meninggalkan Selat Hormuz dengan tujuan ke atau dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
