Analisis Data Pelayaran: 81 dari 145 Kapal Coba Lintasi Selat Hormuz Langgar Blokade Amerika Serikat

USS Michael Murphy di Selat Hormuz
USS Michael Murphy di Selat Hormuz (Centcom)
0 Komentar

Analisis menunjukkan bahwa kapal-kapal yang melanggar keputusan AS memiliki muatan beragam, meliputi 36 kapal pengangkut barang dan kontainer, 11 kapal pengangkut barang curah, serta 6 kapal tanker minyak.

Pada 28 April lalu, tercatat aktivitas tertinggi dalam penyeberangan kapal-kapal yang melanggar keputusan AS.

Sebanyak 10 kapal melintasi selat tersebut dalam kedua arah, yang secara jelas menunjukkan peningkatan penyeberangan kapal-kapal Iran melalui selat tersebut di tengah meningkatnya ancaman AS.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Sebelumnya, militer AS mengumumkan telah mencegat kapal tanker minyak TIFANI di Samudra Hindia, dengan dalih bahwa kapal tersebut mengangkut dua juta barel minyak yang dimuat dari Pulau Khark, Iran.

Angkatan Laut AS juga menahan kapal kontainer TOUSKA yang berbendera Iran di Teluk Oman, sekitar 47 km dari pantai Iran.

Berdasarkan perkembangan terbaru terkait Selat Hormuz, Presiden AS Donald Trump mengunggah peta Selat Hormuz di akun media sosialnya “Truth Social” dan menyebutnya sebagai “Selat Trump”.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Bazkhian menyatakan setiap upaya untuk memberlakukan blokade laut atau pembatasan yang bertentangan dengan hukum internasional pasti akan gagal.

Pada hari ke-64 sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan setiap kesepakatan yang ditandatangani Washington harus merugikan Teheran.

Dia menegaskan bahwa mereka telah mencegah Teheran menggunakan Selat Hormuz sebagai alat ancaman.

Trump menjelaskan bahwa dia akan melakukan kunjungan yang sangat penting ke Tiongkok dalam dua minggu ke depan.

Usulan baru

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Iran, pada Jumat kemarin, mengajukan usulan baru untuk bernegosiasi melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran.

Informasi tersebut tanpa ada rincian mengenai isinya, namun Trump menegaskan bahwa dia tidak puas dengan usulan baru tersebut.

“Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui,” kata dia menambahkan dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih.

Di sisi lain, Reuters mengutip pernyataan seorang pejabat tinggi Iran, pad Sabtu ini, bahwa usulan Teheran yang hingga kini ditolak oleh Trump mencakup pembukaan Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal dan penghentian blokade laut AS terhadap Iran, serta penundaan pembicaraan mengenai program nuklir Iran hingga tahap selanjutnya.

0 Komentar