Sederet Fakta Kronologi, Data Korban hingga Dugaan Penyebab Kecelakaan di Bekasi Timur

KRL Commuter Line kecelakaan di Bekasi (dok. istimewa)
KRL Commuter Line kecelakaan di Bekasi (dok. istimewa)
0 Komentar

KECELAKAAN kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), melibatkan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang. Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Sejumlah informasi telah dihimpun terkait kejadian tersebut, mulai dari kronologi tabrakan, data korban terbaru, hingga dugaan penyebab yang masih dalam proses investigasi. Berikut rangkumannya terkini terkait kejadian tersebut.

Kronologi KRL Tertabrak KAJJ

Kecelakaan diduga diawali kecelakaan pertama di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Awalnya, ada mobil taksi listrik yang lebih dulu tertemper KRL pada jalur atau rel ke arah Jakarta.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Taksi itu tertemper KRL karena melintang di atas rel. Tabrakan itu sehingga mengganggu perjalanan.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (jalur perlintasan langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Senin (27/4/2026).

Akibat insiden kecelakaan yang pertama, ada KRL menuju ke Cikarang yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL kedua tersebut berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek. Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL arah Cikarang tersebut.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” imbuhnya.

Benturan dilaporkan cukup keras hingga menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta. Bahkan, bagian depan KA jarak jauh disebut menembus gerbong wanita KRL.

Data Korban dan Proses Evakuasi

Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

“Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Seluruh korban yang meninggal dunia dilaporkan berjenis kelamin perempuan. Hal ini disampaikan langsung oleh Basarnas.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Seratus persen yang kita evakuasi (korban) perempuan,” kata Kabasarnas Mayjen M Syafii kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” ujar Anne Purba.

0 Komentar