WNI Ditahan Israel saat Misi Gaza, Kedubes Palestina Angkat Suara

Dubes Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari (Foto: Instagram)
Dubes Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari (Foto: Instagram)
0 Komentar

KEDUTAAN Besar Palestina untuk Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang menangkap sejumlah relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di sekitar perairan Siprus dan Mediterania Timur.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa, 19 Mei 2026, Kedubes Palestina menyebut aksi Israel sebagai tindakan kriminal terhadap para pejuang kemanusiaan yang berupaya membela hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan oleh tentara pendudukan terhadap para peserta Armada Keteguhan Global (Global Sumud Flotilla/ Asfuthur Ash-Shumud), yang merupakan para pahlawan pembela hak asasi manusia, keadilan, dan hukum internasional,” demikian pernyataan Kedubes Palestina.

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Secara khusus, Kedubes Palestina mendooakan seluruh relawan Global Sumud Flotilla, terutama relawan asal Indonesia yang menjadi korban intersepsi militer Israel bisa kembali pulang dengan selamat.

“Kami senantiasa berdiri bersama seluruh peserta armada ini, khususnya saudara-saudari kami dari Indonesia, dan kami berdoa kepada Allah SWT agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” tulis Kedubes Palestina.

Dalam pernyataannya, Kedubes Palestina mengaku tidak terkejut dengan tindakan tentara Israel yang disebut terus melakukan pembantaian terhadap anak-anak dan wanita hamil di Gaza, menghancurkan rumah warga, hingga merampas tanah milik rakyat Palestina di Tepi Barat.

Mereka menegaskan berbagai tindakan represif Israel tidak akan mematahkan perjuangan rakyat Palestina.

“Sebaliknya, hal ini justru akan menambah kekuatan dan tekad kami untuk terus bertahan di tanah air kami serta melanjutkan perlawanan hingga Palestina beserta seluruh tempat suci Islam dan Kristen berhasil dibebaskan,” lanjut pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi lima WNI yang tergabung dalam misi International Global Sumud Flotilla 2.0 telah ditangkap militer Israel.

Mereka adalah Toudy Badai Rifan, Bambang Noroyono alias Abeng, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo, dan Andi Angga.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Sementara empat WNI lainnya masih berlayar di sekitar perairan Siprus dalam kondisi rawan dan berpotensi mengalami intersepsi sewaktu-waktu.

0 Komentar