ISTRI mantan Pangdam IV/Diponegoro Letjen TNI Widi Prasetijono, Novita Permatasari, membeberkan aliran dana yang kini menjadi objek perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) pengadaan lahan BUMD Cilacap.
Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/6/2026), ia menyebut uang tersebut sejak awal ditujukan untuk mendukung pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.
Novita menyampaikan uang itu berasal dari pengusaha Andhi Nur Huda. Menurut dia, Andhi secara sukarela ingin memberikan kontribusi untuk pemenangan Prabowo sehingga mentransfer dana sekitar Rp21 miliar ke rekeningnya.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
“Dana itu kan untuk kepentingan pemenangan Pilpres Pak Prabowo. Atas keinginan Pak Andi sendiri yang ingin menyumbang untuk pemenangan,” ujar Novita di persidangan.
Ia mengaku menerima dana tersebut karena ingin ikut berperan dalam pemenangan Prabowo. Saat itu, kata dia, pasangan calon wakil presiden belum ditetapkan sehingga dukungan masih difokuskan kepada Prabowo.
“Saya ingin ikut andil untuk pemenangan Prabowo,” katanya.
Dalam pemeriksaan oleh kuasa hukum terdakwa Ahmad Yazid Basyaiban alias Gus Yazid, Zainal Petir, Novita merinci penggunaan dana tersebut. Dari total sekitar Rp21 miliar yang diterima, sebanyak Rp18,5 miliar disebut dialokasikan untuk pemenangan Pilpres.
Sementara Rp2,5 miliar lainnya digunakan untuk pembangunan rumah dinas yang ditempati suaminya. Menurut Novita, rumah di kawasan Jalan S. Parman itu merupakan rumah dinas dengan status hak pakai.
Novita juga menjelaskan dana Rp18,5 miliar tersebut kemudian diserahkan kepada Gus Yazid. Bahkan, ia mengaku menambahkan sekitar Rp1,5 miliar dari uang pribadinya sehingga total dana yang disalurkan mencapai sekitar Rp20 miliar.
Seluruh penyerahan dilakukan melalui Arif yang merupakan adik iparnya.
Menurut Novita, uang tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan dalam rangka pemenangan, mulai dari pengobatan gratis hingga bakti sosial.
Petir kemudian menanyakan apakah Gus Yazid memberikan laporan penggunaan dana tersebut. Novita menjawab bahwa laporan memang disampaikan secara berkala karena dana itu diperuntukkan bagi kegiatan Pilpres.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
“Saya ingin karier suami naik,” ujarnya menjelaskan alasan ikut terlibat dalam penggalangan dukungan politik.
Perkara yang menjerat Gus Yazid merupakan pengembangan dari dugaan korupsi pengadaan lahan sekitar 700 hektare di kawasan Carui, Kabupaten Cilacap.
