Disorot Media Internasional, Prabowo Ungkap Efisiensi Rp300 Triliun

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan layar)
0 Komentar

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkap strategi pemerintah menghemat anggaran hingga Rp300 triliun di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menurutnya, kondisi global saat ini masih dibayangi konflik dan ketegangan geopolitik yang memicu gejolak di berbagai sektor.

Strategi tersebut diungkap Prabowo sebagai respons dia atasartikel media asing The Economist berjudul “Archipelagoing fast” yang terbit pada 16 Mei. Artikel ini ramai dibicarakan di media sosial.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

“Indonesia saat ini berada dalam lingkungan global yang sulit dan penuh ketidakpastian. Perang dan ketegangan geopolitik telah meningkatkan volatilitas di pasar energi, pangan, dan keuangan dunia,” kata Prabowo dikutip dari The Economist pada Senin (15/6).

Meski demikian, ia menegaskan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat.

Pada Kuartal I/2026, Prabowo menyebut Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara negara-negara G20.

Dia juga menyoroti kondisi fiskal Indonesia yang dinilai masih sehat dibandingkan banyak negara lain.

“Defisit anggaran kami tetap di bawah 3 persen terhadap PDB, sedangkan rasio utang terhadap PDB jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara maju,” ujar Prabowo.

Guna menjaga kesehatan fiskal tersebut, pemerintah melakukan efisiensi anggaran melalui berbagai upaya penguatan disiplin fiskal dan integritas kelembagaan.

Ia mengungkapkan pemerintah telah memangkas berbagai belanja yang dinilai tidak efisien dengan nilai mencapai lebih dari Rp300 triliun.

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

“Kami memangkas belanja yang tidak efisien lebih dari Rp300 triliun,” ujar Prabowo.

Peningkatan integritas kelembagaan dilakukan melalui penguatan digitalisasi perpajakan, perbaikan tata kelola ekspor, pemberantasan penyelundupan, serta menjaga disiplin defisit meski di tengah gejolak global.

0 Komentar