Mentan Amran: IMF Salah, Porak-porandakan Pertanian

Mentan Amran: IMF Salah, Porak-porandakan Pertanian
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
0 Komentar

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) bersalah karena telah membuat kebijakan yang membuat sektor pertanian Indonesia porak-poranda, melemahkan produksi dalam negeri, bahkan menghancurkan sejumlah komoditas strategis. Padahal, beberapa komoditas sempat mencapai masa kejayaannya, sebelum kebijakan liberalisasi impor tanpa pengendalian diterapkan.

IMF salah, dan saya katakan itu memporak-porandakan pertanian. Aku bisa mempertanggungjawabkan,” kata dia dalam acara Pengamat Menguji, Mentan Menjawab: Strategi dan Capaian Pertanian Diungkap di Gudang Beras, dikutip akun YouTube Kementerian Pertanian, Minggu (26/4/2026).

Amran mengatakan, pada awal tahun 1990-an kedelai pernah mencapai swasembada. Namun, kemudian nasib bahan baku tempe dan tahu tersebut berbalik setelah aturan pembebasan impor diterapkan dan tidak ada larangan terbatas (lartas).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Hal serupa terjadi pada komoditas susu sapi. Impor susu sapi sebelumnya pernah hanya mencapai 48 persen saja. Setelah liberalisasi impor diterapkan, susu dari berbagai negara produsen masuk ke Indonesia hingga 80 persen.

“Dulu susu, kita sudah baik, impornya 48 persen. Karena IMF, sekarang impor susu 79 persen. Baru bergerak dikit, kemarin 80 persen, ini baru bergerak 1 persen. Akhirnya, (peternak lokal) mandi susu, karena susunya nggak laku,” sambungnya.

Karena itu, untuk mendorong kemandirian pangan nasional, kini pemerintah tengah mendorong peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan. Amran ingin yang dilakukan tidak sekadar meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Perusahaan-perusahaan pelat merah diharapkan juga bisa menyerap hasil tani masyarakat.

“BUMN, termasuk Bulog harus kita perkuat ke depan. Jadi ini kan kita kejar lagi, susu dengan daging kan satu paket. Kedelai, bawang putih ini kita lagi kejar,” tutupnya.

0 Komentar