Kronologi Insiden Penembakan di Jamuan Makan Malam White House

Terduga pelaku penembak di Acara White House diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, 31, dari Torrance, Calif
Terduga pelaku penembak di Acara White House diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, 31, dari Torrance, California, menurut New York Times. (Donald Trump/ Truth Social)
0 Komentar

Pelaku diduga membawa sejumlah senjata api dan senjata tajam.

Beberapa saat setelah insiden, Secret Service mengonfirmasi bahwa seorang tersangka telah diamankan. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh Biro Investigasi Federal (FBI).

“Satuan Respons Ibu Kota Nasional dari Kantor Lapangan FBI di Washington telah merespons penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan,” demikian pernyataan resmi FBI yang dikutip.

Dalam waktu bersamaan, ballroom sempat dikunci dan ribuan tamu tidak diizinkan keluar hingga situasi dinyatakan aman. Namun, tak lama kemudian, para tamu mulai dievakuasi secara bertahap keluar dari gedung.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Di luar hotel, aparat kepolisian Washington, D.C., mengerahkan puluhan kendaraan taktis dan menutup area sekitar lokasi. Helikopter juga terlihat berpatroli di udara, menandakan operasi pengamanan berlangsung secara besar-besaran.

Menurut laporan BBC, sekitar tujuh hingga delapan tembakan dilepaskan dalam insiden tersebut. Namun, pelaku berhasil dihentikan sebelum mencapai area utama ballroom tempat presiden berada.

Dalam konferensi pers yang digelar setelah kejadian, Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Jeffery W. Carroll, mengungkapkan bahwa tersangka membawa sejumlah senjata.

“Ia dipersenjatai dengan senapan, pistol, dan beberapa pisau,” ujarnya.

Meski demikian, aparat menegaskan bahwa pelaku tidak berhasil menembus perimeter keamanan utama. Hal ini disebut sebagai bukti bahwa sistem pengamanan yang diterapkan telah berfungsi sesuai tujuan.

“Pos pemeriksaan, tempat tersangka diamankan, memang ada untuk suatu tujuan dan berfungsi dengan baik,” kata Carroll.

Pelaku diketahui merupakan seorang pria berusia 31 tahun asal Torrence, California. Ia ditangkap dalam kondisi hidup dan saat ini masih dalam penahanan aparat. Otoritas juga menyatakan bahwa pelaku tidak dikenal sebelumnya oleh kepolisian setempat.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Hingga kini, motif penyerangan masih belum diketahui. Carroll menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Fakta bahwa tembakan dilepaskan tidak berarti ini merupakan kegagalan keamanan,” ujarnya, menekankan bahwa sistem keamanan justru berhasil mencegah ancaman yang lebih besar.

Aparat Terkena Tembakan

Selain itu, satu agen Secret Service dilaporkan mengalami luka akibat tembakan dalam jarak dekat. Namun, nyawanya berhasil diselamatkan berkat penggunaan rompi antipeluru.

0 Komentar