KETUA DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera melakukan langkah mitigasi komprehensif terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Hal ini merespons eskalasi ketegangan geopolitik global yang kian tidak menentu dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi domestik.
Puan menegaskan pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
“Adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi tentu saja harus ada keadilan dan diberikan penjelasan kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).
Evaluasi Berkala
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Selain langkah mitigasi, Puan menuntut pemerintah menyampaikan hasil evaluasi kebijakan harga energi secara rutin. Kepastian mengenai tren harga ke depan dinilai sangat krusial bagi dunia usaha maupun masyarakat luas.
“Apakah harga tersebut akan terus naik ataukah tidak dan evaluasi ini tentu saja harus disampaikan secara berkala,” tegas Politisi PDI-Perjuangan tersebut.
Puan menyoroti ketidakpastian berakhirnya konflik global yang menjadi tantangan serius bagi ketahanan energi nasional. Meski secara geografis Indonesia tidak terlibat langsung, ia mewanti-wanti pemerintah agar tidak lengah terhadap skenario terburuk.
“DPR meminta kepada pemerintah untuk memitigasi segala hal yang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi karena kita juga belum mengetahui dengan situasi geopolitik yang terjadi apakah perang ini akan berlanjut atau terus atau stop namun sebagai negara yang walaupun tidak secara langsung terimbas kita harus siap mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” lanjutnya.
Rincian Perubahan Harga
Sebagai informasi, per 18 April 2026, Pertamina Patra Niaga resmi menerapkan harga baru untuk sejumlah produk BBM nonsubsidi. Berikut rinciannya:
- Pertamax Turbo: Naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.
- Dexlite: Naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.
- Pertamina Dex: Naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) masih bertahan di angka Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di Rp12.900 per liter. Pemerintah juga belum melakukan perubahan harga pada BBM subsidi, dengan rincian Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
