Perundingan Amerika Serikat-Iran di Islamabad Belum Capai Kesepakatan, Pemicunya: Uranium

Fasilitas uranium Iran (Foto: IRIB).
Fasilitas uranium Iran (Foto: IRIB).
0 Komentar

PERUNDINGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, karena perang di Timur Tengah hingga kini belum mencapai kesepakatan. Salah satu penyebabnya karena syarat mengenai uranium.

Dirangkum delik, Sabtu (18/4), dengan merangkum berbagai sumber, salah satunya TRT World, media terkemuka New York Times (NYT) dalam laporannya yang mengutip sejumlah pejabat AS dan Iran, Teheran disebut menawarkan pembekuan pengayaan uranium selama lima tahun, namun AS mendesak Teheran untuk menangguhkan pengayaan selama 20 tahun.

Sejumlah pejabat AS, yang dikutip NYT, mengungkapkan bahwa Washington dalam perundingan itu mendorong Iran untuk membekukan pengayaan uranium selama 20 tahun. Menurut dua pejabat senior Iran dan seorang pejabat AS yang dikutip NYT, Teheran dalam tanggapan resmi yang dikirimkan pada Senin (13/4) menawarkan jeda yang lebih singkat, yakni lima tahun.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Trump, sebut seorang pejabat AS dalam laporan NYT, menolak proposal Iran tersebut. Washington juga menuntut agar Teheran memindahkan pasokan uranium yang sangat diperkaya dari wilayah mereka.

Namun, berdasarkan para pejabat yang dikutip NYT, Iran menolak tuntutan itu dan bersikeras agar pasokan uranium diperkaya tetap berada di dalam negeri, serta menawarkan untuk mengencerkannya secara signifikan hingga ke level yang tidak layak untuk digunakan sebagai senjata.

Para pejabat AS berpendapat bahwa kekhawatiran tetap ada soal Iran akan mempertahankan kemampuan untuk memperkaya uranium kembali di masa mendatang.

Selain mengungkapkan isi perundingan AS-Iran, laporan NYT juga menyebutkan bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan putaran selanjutnya untuk negosiasi tatap muka antara kedua negara sedang berlangsung. Namun sejauh ini, menurut NYT, belum ada tanggal yang disepakati.

Amerika Serikat Klaim Iran Setuju Serahkan Persediaan Uranium

Mengenai uranium ini bahkan kedua negara saling mengklaim. Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Iran setuju menyerahkan persediaan uranium.

Dilansir AFP, Jumat (17/4), Trump menyatakan Teheran telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium. Trump mengatakan dia akan kembali ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Oleh karena itu, katanya, saat ini kedua negara sedang mempertimbangkan pembicaraan lebih lanjut di Islamabad.

0 Komentar