Perundingan Amerika Serikat-Iran di Islamabad Belum Capai Kesepakatan, Pemicunya: Uranium

Fasilitas uranium Iran (Foto: IRIB).
Fasilitas uranium Iran (Foto: IRIB).
0 Komentar

“Kita sangat dekat untuk membuat kesepakatan dengan Iran,” kata Trump.

“Kita harus memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir. Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui hampir semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, akan ada perbedaan,” katanya.

Ketika ditanya apakah ia akan pergi ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian, Trump mengatakan “Saya mungkin akan pergi, ya. Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi,” katanya.

Iran Bantah Klaim Trump Soal Penyerahan Uranium

Pernyataan Trump itu, langsung mendapat bantahan dari Kementerian Luar Negeri Iran. Iran menegaskan persediaan uranium yang diperkaya milik negara itu tidak akan dipindahkan “ke mana pun”.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4).

“Pemindahan uranium Iran yang diperkaya ke AS tidak pernah dibahas dalam negosiasi,” cetusnya.

Sebelumnya, Trump mengunggah di platform Truth Social miliknya pada Jumat (17/4) pagi waktu setempat: “AS akan mendapatkan semua ‘Debu’ Nuklir, yang dihasilkan oleh pesawat-pesawat pengebom B2 hebat kita,” merujuk pada uranium yang diperkaya, yang terkubur akibat serangan Amerika Serikat tahun lalu.

Namun, Baqaei mengatakan pembicaraan baru-baru ini berpusat pada penyelesaian konflik, dan bukan pada penyerahan persediaan uranium Iran.

“Negosiasi sebelumnya berfokus pada masalah nuklir, tetapi sekarang negosiasi berfokus pada mengakhiri perang, dan tentu saja cakupan topik yang dibahas menjadi lebih luas dan beragam,” katanya.

“Rencana 10 poin untuk mencabut sanksi sangat penting bagi kami. Masalah kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang yang dipaksakan, sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengkritik Trump karena mengunggah di platform Truth Social, bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan damai dengan Teheran tercapai, meskipun Teheran telah menyatakan Selat Hormuz dibuka kembali.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Pembukaan dan penutupan Selat Hormuz tidak terjadi di internet, itu ditentukan di lapangan, dan angkatan bersenjata kami tentu tahu bagaimana harus bertindak menanggapi tindakan apa pun dari pihak lain,” tutur Baqaei.

0 Komentar