PEMERINTAH Rusia mengungkapkan bahwa Indonesia meminta pasokan bahan bakar minyak (BBM) melalui skema kontrak jangka panjang. Langkah ini dinilai sebagai strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas harga minyak dunia. Hal ini terungkap usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, mengatakan Indonesia telah mengajukan permintaan resmi terkait pasokan produk minyak bumi.
“Kami menerima permintaan dari mitra kami di Indonesia untuk pasokan produk minyak bumi. kami sedang menyusun kontrak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan,” ujar Tsivilev.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Ia menegaskan kerja sama tersebut diarahkan pada hubungan energi yang bersifat sistemik dan berkelanjutan.
Dorong Stabilitas Energi Nasional
Permintaan kontrak jangka panjang ini mencerminkan upaya Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi, terutama di tengah ketidakpastian global seperti konflik geopolitik dan gangguan distribusi minyak dunia.
Menurut Tsivilev, Indonesia mulai mempertimbangkan aspek keandalan pasokan energi dari Rusia, yang dinilai sebagai salah satu produsen besar dunia.
Skema G to G dan B to B
Kerja sama energi Indonesia-Rusia dirancang melalui dua jalur utama, yakni government-to-government (G to G) dan business-to-business (B to B). Skema ini diharapkan memberikan fleksibilitas sekaligus kepastian dalam jangka panjang.
Selain pasokan BBM, kerja sama juga mencakup pengembangan penyimpanan minyak (storage), LPG, hingga potensi kolaborasi di sektor energi lainnya seperti pembangkit listrik.
Rusia bahkan menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Indonesia dalam penyediaan energi.
“Kami siap berkolaborasi dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan,” kata Tsivilev.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga menindaklanjuti kerja sama tersebut di tingkat teknis. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia berpotensi memperoleh tambahan pasokan crude oil dan LPG dari Rusia.
“Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” kata Bahlil.
Implikasi Ekonomi dan Geopolitik
Kesepakatan ini berpotensi memberi dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas harga BBM dan mengurangi ketergantungan pada wilayah pemasok tradisional seperti Timur Tengah.
