Pete Hegseth Sampaikan Bela Sungkawa Atas Kehilangan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin berdiri untuk pengh
Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin berdiri untuk penghormatan lagu kebangsaan Amerika Serikat dan Indonesia sebelum pertemuan bilateral di Pentagon, 13 April 2026. (Foto: Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)
0 Komentar

AMERIKA Serikat menyampaikan bela sungkawa usai tiga TNI yang bertugas di Pasukan Penjaga Perdamaian United Nation Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) tewas di Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth saat bertemu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin di Pentagon, Senin (13/4).

“Dan kami juga menyampaikan bela sungkawa atas kehilangan tiga prajurit Anda di Lebanon,” kata Hegseth.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dalam pertemuan itu, Hegseth juga membahas soal latihan militer hingga prajurit di era Perang Dunia II.

Dia menyampaikan terima kasih ke Indonesia atas upaya negara ini mencari prajurit AS yang tewas atau hilang dalam pertempuran era Perang Dunia II.

“Saya menghargai dukungan Anda yang berkelanjutan dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kita yang berjuang bersama rakyat Indonesia selama Perang Dunia II,” kata Hegseth, dikutip situs resmi AS.

Dia juga mengapresiasi kerja sama keamanan dan militer yang sudah terjalin antara AS-Indonesia. Setiap tahun, kedua negara tersebut telah menyelesaikan lebih dari 170 latihan militer.

Sementara itu, Sjafrie mengatakan lawatan tersebut untuk memperkuat dan memperat kerja sama AS-Indonesia yang sudah terjalin selama ini.

“Hari ini, kami hadir sebagai delegasi Indonesia di Pentagon dengan antusiasme yang sangat besar untuk melanjutkan dan mengembangkan hubungan pertahanan kita yang diharapkan akan langgeng bagi generasi penerus kita di Indonesia dan Amerika Serikat,” kata dia.

Akhir Maret lalu, tiga TNI di UNIFIL tewas di tengah konflik Israel dan Hizbullah.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Pada 29 Maret, Kopral Farizal Rhomadon tewas karena proyektil di dekat pos UNIFIL PBB. Dua TNI lain yakni Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan tewas pada 30 Maret.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan insiden 29 Maret, berdasarkan temuan awal, menyatakan fragmen proyektil yang ditemukan di posisi pos PBB adalah proyektil peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe.

Lalu dalam insiden 30 Maret berdasarkan buktu dan termua awal, ledakan tersebut disebabkan perangkat peledak rakitan IED yang diduga dipasang Hizbullah.

0 Komentar