RUMAH CEO OpenAI Sam Altman diserang bom molotov oleh seorang pria pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 03.45 dini hari. Ini identitas pelaku serta kronologi lengkapnya.
Identitas pelaku penyerangan bom molotov ke rumah Sam Altman diketahui adalah Daniel Moreno-Gama. Selain menyerang rumah Altman, Moreno-Gama juga melakukan tindakan perusakan ke kantor OpenAI di hari yang sama.
“Syukurlah, tidak ada yang terluka. Kami sangat menghargai kecepatan respons SFPD dan dukungan dari kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami. Pelaku telah ditahan, dan kami membantu penegak hukum dalam penyelidikan mereka,” kata seorang juru bicara OpenAI dikutip CNBC, Senin (13/4/2026).
Kronologi dan Motif Serangan Bom Molotov di Rumah Sam Altman
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Kasus ini bermula pada Jumat (10/4/2026) dini hari, ketika seorang pria, yang kemudian diketahui bernama Daniel Moreno-Gama, melancarkan serangan terhadap rumah Sam Altman, CEO dari OpenAI, di San Francisco sekitar pukul 03.45 waktu setempat.
Ia melemparkan sebuah bom molotov yang sudah menyala ke arah gerbang rumah, menyebabkan kebakaran di bagian atas pintu masuk, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 05.00 pagi di hari yang sama, Moreno-Gama mendatangi kantor pusat OpenAI dan kembali membuat keributan.
Moreno-Gama melempar kursi ke pintu kaca serta mengancam akan membakar gedung dan membunuh siapa pun yang berada di dalamnya. Aparat kepolisian yang merespons kejadian tersebut segera menangkapnya di lokasi.
Setelah penangkapan, penyelidik menemukan sebuah dokumen di tangan Moreno-Gama yang mengungkap bahwa serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan memiliki motif ideologis, yakni kebencian terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Dalam dokumen itu, ia secara eksplisit menyatakan niatnya untuk membunuh Altman dan memperingatkan tentang kepunahan umat manusia akibat AI. Ia bahkan mencantumkan nama serta alamat sejumlah eksekutif, anggota dewan, dan investor di industri AI lainnya.
Berdasarkan temuan ini, jaksa di San Francisco menetapkan dakwaan percobaan pembunuhan, sedangkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat menambahkan dakwaan federal seperti percobaan perusakan properti menggunakan bahan peledak dan kepemilikan senjata api yang tidak terdaftar.
