PEMERINTAH China mengonfirmasi satu warganya meninggal akibat serangan gabungan AS-Israel ke Iran. Mereka juga memastikan sekitar 3.000 warga China lainnya telah dievakuasi.
“Pemerintah China berduka atas seorang warga negara kami yang kehilangan nyawa ketika terjebak dalam konflik militer di Teheran. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/3/2026).
Ia mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Kedutaan Besar China di Iran untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak serta keluarga mereka. Sejak situasi keamanan di Iran mengkhawatirkan, Kemlu dan misi diplomatik China di Iran telah mengeluarkan dan meminta warga negara China untuk segera mengungsi.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Hingga Senin, lebih dari 3.000 warga negara China telah meninggalkan Iran. “Misi diplomatik China di negara-negara tetangga Iran telah mengirimkan kelompok kerja untuk menerima dan membantu warga negara China yang dievakuasi ke perbatasan,” kata Mao.
Mengingat situasi keamanan di Iran yang serius, ia kembali mengingatkan warga negara China di Iran untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra dan meninggalkan negara itu segera. Kemlu China juga menyediakan sejumlah jalur evakuasi untuk keluar dari Iran, yaitu jalur darat melalui Azerbaijan, Armenia, Turkiye, dan Irak.
Mengenai serangan AS-Israel terhadap Iran, Mao mengatakan bahwa Pemerintah China tidak diberi tahu sebelumnya mengenai aksi militer tersebut. Serangan yang berlangsung pada Sabtu itu membuat Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer Iran meninggal. Bulan Sabit Merah Iran mencatat sedikitnya 555 orang di negara itu wafat.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk. Tiga personel militer AS dilaporkan tewas.
