Media Era Hindia Belanda Soroti Lebaran: Kebisingan, Pemborosan dan Ucapan Slamat Tahun Baru

Potret suasana perayaan Lebaran di masjid di Kwitang, Batavia, terbit di koran Bataviaasch nieuwsblad tanggal
Potret suasana perayaan Lebaran di masjid di Kwitang, Batavia, terbit di koran Bataviaasch nieuwsblad tanggal 07-12-1937.(Sumber foto: delpher.nl)
0 Komentar

Menghadapi situasi yang terus berulang setiap tahun, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk memberikan saja libur 2 hari khusus untuk perayaan Lebaran.

“Setiap tahun ada perbedaan pendapat tentang awal dan akhir bulan puasa, akibatnya praktik tersebut secara bertahap berkembang untuk menyisihkan dua hari untuk perayaan Lebaran Puasa … Untuk menghindari semua pertengkaran, pemerintah memutuskan bahwa Lebaran Puasa akan berlangsung dua hari,” tulis De Indische courant, 25 Februari 1931.

Harian De Indische courant juga menyebutkan muasal dari penggunaan istilah Lebaran pada perayaan yang menutup puasa sebulan penuh. Lebaran disebutnya berasal dari kata Arab, albarian yang artinya sarapan. Hari di mana berakhirnya semua larangan makan dan minum selama satu bulan penuh.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Hampir seluruh tempat di Jawa merayakan Lebaran. Masing-masing daerah memiliki tradisi perayaan Lebaran yang berbeda.

Di Jawa Tengah, misalnya, orang menyebut perayaan Lebaran sebagai Garebeg Poeasa. Pada perayaan tersebut penguasa Surakarta dan Yogyakarta berikut tokoh dan pangeran istana bersama-sama hadir di Siti Hingil bertemu dengan asisten residen, menyaksikan iring-iringan prajurit Kraton menuju masjid.

Di Yogyakarta, iring-iringan prajurit kraton masih menggunakan seragam kebesarannya. Di Jember ada tradisi melakukan arak-arakan melewati tujuh jembatan serta tradisi mandi dengan air yang diambil di tujuh sumur.

Satu yang sama, semua yang merayakannya mengenakan baju mereka yang terbaik untuk salat dan berdoa di masjid. Tentu saja, kembang api dan petasan yang diperdengarkan sepanjang malam.

0 Komentar