Golkar Kunci Prabowo Capres 2029 Tanpa Cawapres, Pakar: Sinyal 'No' untuk Gibran

Golkar Kunci Prabowo Capres 2029 Tanpa Cawapres, Pakar: Sinyal 'No' untuk Gibran
Presiden dan Wakil presiden (Wapres) RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka | Instagram @prabowo
0 Komentar

LANGKAH Partai Golkar yang menyatakan bakal mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 tanpa menyebut sosok calon wakil presiden memunculkan berbagai spekulasi politik. Sikap tersebut dinilai sebagai sinyal halus bahwa Golkar enggan kembali memaketkan Prabowo dengan Gibran Rakabuming Raka pada kontestasi mendatang.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai keputusan Golkar sangat realistis dari kalkulasi elektoral, mengingat status Prabowo sebagai petahana. Namun, ketiadaan nama Gibran mencerminkan enggan-nya Golkar mengusung sang Wapres untuk periode kedua.

“Bagi Golkar di 2029, Prabowo yes, Gibran no. Tentu ini tak lepas dari pernyataan Golkar yang memastikan akan usung Prabowo kembali, sementara untuk cawapres seperti Golkar enggan usung Gibran,” ujar Adi kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga:Google Buka Akses Publik Global ke SynthID Detector untuk Verifikasi Konten AIMoskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut Pantau

Menurut Adi, posisi Gibran dinilai kurang menguntungkan secara politik karena tak memiliki basis partai politik pendukung serta elektabilitas yang belum begitu mentereng.

“Sementara pada saat bersamaan Gibran selain elektabilitasnya tak mentereng plus tak punya partai. Bagi Golkar sepertinya tak rasional usung Gibran lagi,” lanjutnya.

Pandangan senada disampaikan Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro. Ia menyebut Golkar yang bertindak sebagai loyalis utama dalam koalisi pemerintahan Prabowo—terbukti dengan jatah dua kursi Menko di kabinet, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Hilirisasi Bahlil Lahadalia—memang lebih berkepentingan mengamankan periode kedua Prabowo.

“Secara institusional jelas ya bahwa koalisi pemerintah hari ini memang lebih fokus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo sampai periode kedua dengan cawapres yang masih kita belum tahu siapa pendampingnya pasca tidak lagi Mas Gibran,” kata Agung.

Agung menambahkan, arah dan gestur politik dari kepemimpinan Golkar saat ini cenderung tegak lurus dengan dinamika Presiden Prabowo yang dinilai mulai membuka alternatif figur lain di luar nama Gibran.

“Dalam konteks ini Pak Bahlil yang tegak lurus dengan Presiden, kita akan melihat gestur dan ekspresi politik Presiden yang memang dalam tanda kutip lebih memilih untuk mencari alternatif di luar nama Mas Gibran sebagai pendampingnya di Indonesia,” jelas Agung seraya menyoroti berbagai dinamika serta kasus politik yang menerpa Gibran belakangan ini.

0 Komentar