Sederet Fakta Ledakan di Kawasan San Antonio Pakuwon City Surabaya

Sederet Fakta Ledakan di Kawasan San Antonio Pakuwon City Surabaya
Puing-puing berserakan akibat ledakan di lokasi ledakan di San Antonio Shopping Street, Pakuwon City Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026). Ledakan yang diduga dari kebocoran gas elpiji di salah satu rumah makan di area tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka dan 41 unit bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan.
0 Komentar

Polisi menduga ledakan akibat dengan kebocoran gas

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kebocoran gas sebagai penyebab ledakan. Dugaan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Menurut keterangan saksi, sebelum ledakan terjadi terdapat aktivitas memasak di dalam bangunan. Seorang koki disebut sempat mencium bau gas sebelum kemudian terjadi ledakan.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya. Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk memastikan sumber serta penyebab ledakan tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah hasil pemeriksaan di lokasi diperoleh,” ucap Jules, dikutip Antara, Selasa.

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Di lokasi, petugas menemukan tiga tabung LPG yang masing-masing berkapasitas 50 kilogram. Ketiga tabung tersebut disebut tidak meledak. Dugaan sementara, kebocoran terjadi pada bagian pipa sehingga gas keluar dan terkumpul di dalam ruangan.

Ketiga tabung tersebut kemudian dipastikan sudah kosong karena gas di dalamnya telah keluar. Polisi masih mendalami apakah kebocoran tersebut berasal dari satu tabung atau seluruh tabung yang berada di lokasi.

Tidak ditemukan bahan peledak

Tim Gegana Brimob dan INAFIS turut melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah ledakan berkaitan dengan bahan peledak. Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan kandungan maupun bahan yang mengarah pada bom.

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menyebut ledakan lebih mengarah pada fenomena yang disebut BLEVE, yakni ledakan akibat tekanan gas yang terkumpul dalam suatu ruangan dan kemudian terpicu hingga menghasilkan ledakan besar.

Meski demikian, pemeriksaan di lokasi masih dilakukan untuk memastikan rangkaian penyebabnya. Polda Jawa Timur juga menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan dan olah TKP secara menyeluruh.

Sebanyak 41 bangunan dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan

Ledakan tidak hanya menyebabkan korban luka, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi. Data yang disampaikan Kapolrestabes Surabaya menunjukkan sekitar 41 bangunan terdampak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 bangunan merupakan rumah yang berada di bagian belakang lokasi kejadian. Sedangkan, sejumlah ruko di sekitar sumber ledakan juga mengalami kerusakan.

0 Komentar