MANTAN Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, memaparkan kronologi lengkap terkait insiden inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) ke Lapas Cibinong pada Rabu (23/9/2026) lalu.
Penjelasan tersebut disampaikan Wisnu di hadapan Komisi XIII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Wisnu, rombongan Ombudsman yang berjumlah sekitar 30 orang tiba di lapas pada pukul 10.15 WIB. Kedatangan mereka awalnya diterima oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Lapas Cibinong, sebelum akhirnya dilaporkan kepada Wisnu pada pukul 10.17 WIB.
Sempat Berkoordinasi Terkait Jadwal Kunjungan
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Wisnu menjelaskan, saat itu pihaknya sempat berkomunikasi dengan petugas Ombudsman untuk memeriksa surat tugas sekaligus menyampaikan pertimbangan situasional di dalam lapas. Pihak lapas menginformasikan bahwa pada hari yang sama, tepatnya pukul 13.00 WIB, Lapas Cibinong sebenarnya sudah terjadwal kedatangan tim Ombudsman Kekhususan Jakarta (DKJ) untuk agenda penilaian malaadministrasi.
Selain itu, pihak lapas juga meminta pertimbangan karena situasi lapas sedang bertepatan dengan jadwal kunjungan keluarga serta aktivitas pembinaan di luar blok yang melibatkan total 1.830 warga binaan.
“Penjelasan tersebut antara lain berkaitan dengan adanya kunjungan keluarga yang bersamaan pada hari itu juga dan juga menimbang isi hunian pada saat hari itu berjumlah 1.830 orang warga binaan yang bertepatan juga sedang di luar blok, sedang melaksanakan kegiatan pembinaan,” ujar Wisnu.
Namun, penjelasan tersebut disebut tidak dapat diterima oleh sebagian pihak Ombudsman yang merasa keberatan karena belum diizinkan masuk ke area dalam lapas.
Terjadi Kontak Fisik dan Saling Dorong
Puncaknya, pada pukul 10.29 WIB, sebagian rombongan Ombudsman bersama awak media bergerak menuju area rumah dinas—yang kemudian viral di publik sebagai temuan “Klaster Mewah”—tanpa koordinasi lanjutan dengan petugas penjagaan.
Aksi tersebut memicu ketegangan di lokasi. Petugas pengamanan lapas berupaya menutup akses dan menghalau rombongan, yang berujung pada gesekan fisik dan aksi saling dorong.
“Pukul 10.29 sebagian rombongan berupaya memasuki area rumah dinas sehingga dalam proses tersebut terjadi ketegangan antara petugas pengamanan sampai terjadi kontak fisik atau dorong-dorongan karena mengendalikan akses masuk ke area tersebut,” tutur Wisnu.
