Pakar Internasional Teliti Formasi Durupinar di Turki, Ambil Sampel Inti Diduga Sisa Bahtera Nuh

Formasi tersebut berisi sisa-sisa Bahtera Nuh yang terkubur dan telah menggambarkan bukti terbaru sebagai konf
Formasi tersebut berisi sisa-sisa Bahtera Nuh yang terkubur dan telah menggambarkan bukti terbaru sebagai konfirmasi bahwa formasi tersebut buatan manusia. (MehmetO/Shutterstock)
0 Komentar

SEKELOMPOK pakar internasional kembali melanjutkan investigasi ilmiah untuk mengungkap misteri di balik Formasi Durupinar—sebuah struktur unik berbentuk kapal sepanjang 157 meter yang terletak di wilayah timur Turki, tepatnya di sebelah selatan Gunung Arafat. Tim peneliti dilaporkan mulai mengambil sampel inti (core samples) dari kedalaman hingga 18 meter di bawah permukaan formasi tersebut.

Penelitian ini dimotori oleh Noah’s Ark Scans, organisasi penelitian dan eksplorasi asal California, Amerika Serikat, yang didirikan oleh peneliti Andrew Jones. Proyek ekspedisi ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mencakup arkeolog, pakar geologi, dan ilmuwan tanah, termasuk arkeolog Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet serta pakar survei radar Dr. Khosrow Bakhtar dari Bakhtar Research and Engineering LLC.

Uji Teori Lama: Struktur Buatan atau Batuan Alami?

Keberadaan Formasi Durupinar telah lama menjadi perdebatan sengit di kancah ilmiah sejak bentuk dasarnya teridentifikasi pada 1959. Selama bertahun-tahun, kaum skeptis berpegang pada studi geologi masa lalu—seperti riset yang dilakukan Lorence Collins dan David Fasold pada 1996—yang menyimpulkan bahwa struktur tersebut hanyalah formasi batuan alami sepenuhnya tanpa kaitan dengan artefak sejarah manusia.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Namun, tim peneliti saat ini berupaya menguji ulang asumsi tersebut melalui teknologi pemindaian bawah permukaan dan pengeboran modern.

“Misinya jelas: menguji kebenaran penjelasan mengenai ‘batuan padat’ tersebut. Apakah formasi itu merupakan satu massa batu alam yang homogen? Apakah terdapat struktur internal di dalamnya? Di manakah letak batuan dasar yang sebenarnya di bawah formasi tersebut?” demikian pernyataan resmi Noah’s Ark Scans, Sabtu (26/9/2026).

Andrew Jones mengungkapkan bahwa data radar awal serta pemindaian menggunakan drone Gopher—robot bawah tanah beresolusi tinggi yang dirancang menjangkau area tak terakses—mengindikasikan tidak adanya tanda-tanda batuan padat yang homogen di dalam struktur tersebut.

Kendati demikian, tim peneliti menegaskan bahwa temuan awal ini masih memerlukan analisis laboratorium secara mendalam. Laporan komprehensif terkait hasil pengujian sampel inti yang telah diambil dari kedalaman hampir 18 meter tersebut dijadwalkan akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang untuk memastikan apakah formasi itu benar-benar menyimpan bukti sejarah atau sekadar fenomena geologi alamiah.

0 Komentar