KEBAKARAN yang melanda kawasan pergudangan di Jalan Soka, Kawasan Industri Delta Silicon 3, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (25/9/2026) dini hari, diketahui menghanguskan fasilitas penyimpanan milik perusahaan penyedia jasa logistik e-commerce, PT Emudah Fulfillment Indonesia.
Perusahaan ini merupakan penyedia layanan fulfillment menyeluruh (end-to-end), mulai dari penerimaan barang (inbound), penyimpanan dan pengelolaan inventori, proses picking dan packing, hingga pengiriman pesanan dari berbagai penjual online kepada para konsumen.
Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram perusahaan, gudang yang terbakar tersebut tidak hanya menyimpan satu jenis produk, melainkan menampung berbagai macam barang kebutuhan konsumen dari berbagai jenama (brand terkenal).
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Sejumlah merek populer yang tercatat pernah menggunakan layanan Emudah di antaranya mencakup AONEZ, Freemir, HerBaay, INBEX, ECLE, hingga Mobeo, dengan cakupan produk mulai dari kosmetik, makanan, fesyen, produk elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga aksesori otomotif.
Kendala Pemadaman dan Investigasi Lanjutan
Sebelumnya diberitakan, kobaran api dengan cepat membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di lokasi kejadian, terutama tumpukan palet plastik di bagian depan gedung. Proses pemadaman oleh tim gabungan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi dan pengelola kawasan sempat mengalami kendala teknis akibat pasokan air dari fasilitas hidran di sekitar lokasi yang tidak berfungsi optimal.
Meski demikian, api akhirnya berhasil dikuasai dan disusul proses pendinginan. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini mengingat kondisi gudang dalam keadaan kosong tanpa aktivitas karyawan saat kejadian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menguak sumber api pemicu kebakaran, sementara pihak manajemen PT Emudah Fulfillment Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait estimasi total kerugian material maupun jumlah pesanan dan inventori yang terdampak.
