PRESIDEN Filipina Ferdinand Marcos Jr. resmi mengumumkan pemberian pengampunan kepada Mary Jane Veloso, terpidana mati kasus narkotika asal Filipina yang telah menjalani hukuman di penjara selama hampir 15 tahun.
Marcos menyampaikan keputusan tersebut secara langsung kepada para awak media saat melakukan kunjungan ke Kota Batac, Filipina utara, Jumat (25/9/2026). Dengan pengampunan ini, Veloso yang kini berusia 40 tahun diperkirakan bisa segera menghirup udara bebas dalam waktu dekat mengingat tidak ada perkara hukum aktif lain yang menjeratnya, meski detail waktu pembebasan spesifik belum dirinci.
“Saya akan memberi Anda informasi eksklusif: Saya menandatangani pengampunannya kemarin,” ujar Marcos, dikutip dari AFP.
Perjalanan Kasus dan Kepulangan ke Filipina
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Mary Jane Veloso ditangkap aparat penegak hukum di Indonesia pada 2010 silam setelah kopernya kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin. Akibatnya, ia divonis dengan hukuman mati oleh pengadilan Indonesia.
Kasus Veloso sempat menyita perhatian publik internasional dan memicu perdebatan panjang. Veloso dan para pendukungnya bersikeras bahwa ia merupakan korban tipu daya jaringan sindikat perdagangan narkoba internasional setelah berangkat ke Indonesia dengan niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Eksekusi mati terhadapnya sempat ditunda pada detik-detik terakhir di tahun 2015 menyusul penangkapan terduga perekrutnya di Filipina.
Setelah bertahun-tahun menjalani penahanan di Indonesia, pemerintah kedua negara sepakat melakukan pengaturan praktis pada tahun 2024. Melalui skema tersebut, Veloso dipulangkan ke Filipina untuk melanjutkan sisa masa hukumannya di tanah airnya sendiri.
Suasana Haru di Keluarga
Kabar pemberian pengampunan ini disambut isak tangis dan rasa syukur oleh pihak keluarga. Ibu kandung Mary Jane, Celia Veloso, mengungkapkan melalui sambungan telepon bahwa kedua anak laki-laki Mary Jane langsung meluapkan kegembiraan begitu mendengar kabar bahwa ibu mereka akan segera berkumpul kembali dengan keluarga.
“‘Kami akhirnya bisa bersama mama,’ itulah yang mereka katakan kepada saya,” tutur Celia.
