Pidato Panas Netanyahu di PBB: Semprot Wali Kota New York, Dicap 'Pengecut' oleh Puluhan Delegasi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
0 Komentar

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pembelaan keras atas aksi militer negaranya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (24/9/2026).

Di tengah bayang-bayang isolasi diplomatik global dan ancaman kekalahan dalam pemilu mendatang, pidato tersebut diwarnai aksi walk out puluhan delegasi negara serta perang urat syaraf terbuka dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani.

Perpecahan di aula sidang langsung terlihat begitu Netanyahu naik ke mimbar. Puluhan delegasi dari berbagai negara secara serentak bangkit dan meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes keras. Menanggapi aksi boikot tersebut, Netanyahu melontarkan kecaman tajam dan menyebut para diplomat yang keluar ruangan sebagai “pengecut moral.”

Serangan Terbuka untuk Wali Kota New York

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 40 menit, Netanyahu secara khusus menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang sebelumnya kerap melayangkan kritik keras dan menyebutnya sebagai penjahat perang. Netanyahu mengeklaim bahwa sejak Mamdani menjabat, komunitas Yahudi di New York merasa tidak lagi aman, serta menuduh sang wali kota mendukung kelompok militan Hamas.

“Anda mencoba menghentikan saya untuk datang ke sini. Anda mencoba. Anda mencoba membungkam saya. Nah, Anda tidak dapat membungkam saya. Anda tidak dapat membungkam kebenaran,” seru Netanyahu dari atas podium.

Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak melakukan genosida, melainkan berupaya mencegahnya.

Tak lama berselang, Mamdani langsung merespons serangan tersebut melalui pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa retorika pembelaan diri yang disampaikan Netanyahu sama sekali tidak menghapus status hukum internasional yang menjeratnya.

“Tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa ia tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” balas Mamdani.

Isu Domestik, Pamer Alat Peraga, dan Pujian untuk Trump

Di tengah krisis politik domestik dan jajak pendapat yang menunjukkan blok politiknya tertinggal menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober mendatang, pidato ini dinilai banyak pihak sarat dengan muatan kampanye politik. Pemerintah Israel bahkan dilaporkan menggelontorkan dana untuk memasang ratusan papan reklame pro-Israel di Manhattan menjelang lawatan tersebut.

0 Komentar