PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Indonesia dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).
Dalam pidato tersebut, Trump menyinggung perihal pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Jalur Gaza yang menjadi bagian dari program Dewan Perdamaian (Board of Peace atau BoP).
“Saya juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan yang lain,” ujar Trump dalam sidang PBB.
Baca Juga:Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBGDokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama Indonesia
Sebelumnya, Indonesia telah berkomitmen untuk mengirimkan 8.000 personel guna mendukung misi perdamaian dan stabilisasi di Gaza. Kendati demikian, rencana pengerahan tersebut sempat ditunda menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pada Maret lalu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa seluruh pembahasan mengenai Board of Peace (BoP) ditangguhkan (on hold) akibat dinamika keamanan di Timur Tengah.
Dewan Perdamaian atau BoP sendiri dibentuk sebagai bagian dari proposal perdamaian 20 poin yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan mendapatkan dukungan resmi dari Dewan Keamanan PBB melalui adopsi resolusi.
“Kelompok ini akan menjadi kelompok yang sangat penting. Hampir 30 negara telah bergabung dengan dewan ini, yang dengan bangga saya pimpin,” ungkap Trump.
Selain pengerahan personel keamanan, dalam kesempatan tersebut Trump turut menyampaikan apresiasi kepada negara-negara anggota BoP yang telah menyumbangkan dana miliaran dolar untuk membiayai rekonstruksi Gaza. Wilayah tersebut hancur lebur akibat agresi militer Israel yang diluncurkan sejak Oktober 2023, yang menyebabkan puluhan ribu warga Palestina tewas serta jutaan lainnya mengungsi.
Sejumlah negara yang tercatat telah memberikan kontribusi finansial besar di antaranya Qatar, Kuwait, Kazakhstan, Arab Saudi, Turki, dan Uzbekistan. Dana bantuan tersebut diklaim disalurkan langsung ke sumber yang membutuhkan guna memastikan kelangsungan hidup masyarakat di wilayah konflik.
