SETELAH keberhasilan tim selam Basarnas Special Group menjangkau lokasi kamar-kamar penumpang pada bangkai kapal KM Virgo Transport 8 di dasar laut, operasi SAR hari ke 11 berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam jumlah besar. Rabu (23/9) tim selam BSG berhasil mengevakuasi sembilan jasad korban kecelakaan kapal yang terjebak di dalam KM Virgo Transport 8.
Hal ini dikemukakan Kepala Basarnas Muhammad Syafii, dalam keterangan pers evaluasi operasi SAR hari ke 11 terhadap korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
“Tim Penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama TNI AL, berhasil menemukan dan mengevakuasi sembilan korban dari dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa,” ungkapnya.
Baca Juga:Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBGDokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama Indonesia
Syafii menjelaskan proses SAR bawah laut kali ini menghadapi kondisi arus bawah laut dan visibilitas yang menantang. Namun para penyelam terus menyisir bagian dalam kapal hingga berhasil menemukan korban.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke KN SAR Pacitan dan diterbangkan menggunakan Helikopter Basarnas HR 3601 menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin untuk kemudian dibawa ke RS Bhayangkara guna proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
“Keberhasilan evakuasi sembilan korban tersebut merupakan hasil kerja keras dan keberanian seluruh tim SAR yang terus melakukan pencarian di tengah kondisi bawah laut yang tidak mudah. Kami akan terus berupaya memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu,” tegas M Syafii.
Pihaknya berharap cuaca di perairan Laut Jawa bersahabat sehingga operasi SAR hari ke 12, besok dapat berjalan lancar. Pantauan Media, Rabu (23/9) petang jenazah korban KM Virgo Transport 8 tiba di Lanud Syamsudin Noor dan diterima tim DVI Polda Kalsel yang kemudian dibawa ke RS Bhayangkara, Banjarmasin.
Pada bagian juga dilaporkan penemuan mayat laki-laki di perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan yang diduga salah seorang penumpang KM Virgo Transport 8. Namun indentitas mayat tersebut tidak ada dalam manifest penumpang KM Virgo.
