Basarnas Tegaskan Operasi SAR Jurnalis dan Kru Kapal Hilang Tak Dibuka Lagi

Sejumlah Keluarga yang hilang di Perairan Selat Sunda, sekitar kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pand
Sejumlah Keluarga yang hilang di Perairan Selat Sunda, sekitar kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten, melakukan prosesi tabur bunga di perairan, Banten, Jumat (18/9/2026). (Dok Basarnas)
0 Komentar

KEPALA Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, memastikan tak ada lagi operasi SAR untuk mencari 5 jurnalis, 1 nakhoda kapal, dan 1 guide yang hilang saat akan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Hal itu disampaikan untuk merespons telah teridentifikasinya satu kru kapal.

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menerangkan setelah operasi pencarian yang dijalankan selama 10 hari ditutup, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas di Bengkulu dan Lampung.

Dia menyebut monitoring dan koordinasi dengan Basarnas daerah tersebutlah yang menjadi satu-satunya harapan ditemukannya tujuh orang rombongan jurnalis tersebut.

Baca Juga:Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBGDokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama Indonesia

“Hingga saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kansar Bengkulu dan Kansar Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini, Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak,” kata Al Amrad dalam konferensi pers sebagaimana disiarkan melalui YouTube Polda Banten, Rabu (23/9/2026).

Al Amrad menjelaskan dari akomodasi laut yang melintas, masyarakat sekitar, dan nelayan memang belum ada yang melaporkan penemuan objek maupun jenazah. Namun, pihak Basarnas Banten juga mengandalkan jejaring informasi seluas-luasnya agar dapat bergerak cepat apabila ditemukan indikasi korban.

“E-broadcast yang kami lakukan ini, termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut,” ujar dia.

Di sisi lain, Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan pendampingan terhadap keluarga korban tetap diberikan hingga saat ini. Dia juga mengucapkan belasungkawa atas ditemukannya jenazah ABK kapal tersebut di perairan Bengkulu.

“Dan insyaallah, seperti yang pernah saya sampaikan, bersama-sama dengan Polda Banten, kami akan terus mendampingi keluarga dan kita akan terus menginformasikan setiap perkembangan yang ada,” tutur Andra Soni.

Andra Soni pun mengimbau kepada seluruh pihak yang berada di peraisan Banten, maupun sekitarnya, apabila menemukan indikasi mengarah kepada hal-hal berkaitan dengan rombongan tersebut, agar segera melapor. Dia berharap, tujuh orang lainnya dapat segera ditemukan.

0 Komentar