Daftar Nickname Brutal untuk Hegseth di Pentagon:
- No Tab Pete: Sindiran atas kurangnya lencana tempur elit.
- Whiskey Pete & Colonel Vodka: Merujuk pada laporan masalah kebiasaan minum.
- Dumb McNamara: Membandingkan strategi Iran-nya dengan kegagalan era Vietnam.
- Pete the Predator: Merujuk pada tuduhan kekerasan seksual tahun 2017 yang berakhir dengan penyelesaian damai senilai US$50.000.
Masalah Anggaran dan Kebijakan Kontroversial
Secara finansial, biaya perang dilaporkan membengkak hingga US$37 miliar (sekitar Rp569 triliun), melampaui laporan awal kepada Kongres sebesar US$12 miliar. Departemen Pertahanan kini meminta anggaran US$1,45 triliun untuk tahun 2027, melonjak hampir 50% dari tahun ini.
Hegseth juga dikritik karena kebijakan yang dianggap impulsif, seperti program skrining kebugaran testosteron. Ini akhirnya dibatalkan karena risiko medis serta penghapusan mandat vaksin flu yang memicu wabah di Pangkalan Angkatan Udara Lackland.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, membantah klaim kekurangan amunisi tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu yang membahayakan keamanan nasional. “Militer Amerika tetap menjadi kekuatan tempur paling kuat di bumi,” tegasnya dalam pernyataan resmi.
Di tengah kekacauan ini, muncul rumor bahwa Hegseth tengah mempersiapkan diri untuk pencalonan presiden tahun 2028. Langkah ini menurut sumber internal semakin memperkeruh penilaian profesionalnya di Pentagon.
