Laporan menyebutkan bahwa serangan merusak gedung permukiman dan sebuah sekolah dan mengakibatkan korban jiwa sebanak 22 warga sipil. Disimpulkan bahwa serangan sembarang dan oleh karena itu adalah sebuah kejahatan perang.
Pada Maret 2026, Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pasukan AS tidak melancarkan serangan terhadap kota Lamerd.
Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali kepada RIA Novosti, pada Agustus lalu mengatakan, serangan AS terhadap sebuah sekolah dasar untuk anak perempuan di Minab telah dikonfirmasi, tetapi Washington berusaha menghindari tanggung jawab.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“AS tidak perlu mengkonfirmasi atau membantah hal ini: sisa-sisa rudal Tomahawk di lokasi kejadian, serta berbagai bukti dan laporan, mengkonfirmasi bahwa target serangan itu adalah sekolah dasar putri yang aktif. Menyangkal fakta objektif ini merupakan penghinaan terhadap opini publik internasional,” kata Jalali.
Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat berusaha menyembunyikan tragedi kemanusiaan ini di balik pernyataan politik, tetapi mereka yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi harus dibawa ke pengadilan. Jalali mengingatkan bahwa 15 Agustus menandai 168 hari sejak kematian 168 siswa di sekolah Minab.
Sebelumnya pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat memulai kampanyenya yang berlangsung selama berbulan-bulan melawan Iran, serangan awal menghantam sebuah sekolah di Distrik Minab, Iran selatan, menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar anak-anak. Pemerintah Iran mengatakan serangan itu dilakukan oleh rudal Tomahawk.
