Di tengah eskalasi dramatis di Laut Merah, gejolak militer juga terus membara di titik konflik lainnya. Di Jalur Gaza, militer Israel mengonfirmasi tewasnya Muhammad Yazouri, seorang komandan Brigade Khan Younis dari sayap militer Hamas, Batalyon Qassam.
Sementara itu, pertempuran sengit berlanjut di Lebanon selatan. Militer Israel mengeklaim sukses meledakkan jaringan terowongan dan fasilitas militer bawah tanah Hezbollah di perbukitan strategis Ali al-Taher menggunakan 1.100 ton bahan pemledak. Menghadapi gempuran tersebut, Hezbollah mengalihkan taktik menjadi war of attrition (perang gesekan) guna membendung laju pasukan darat lawan dan menaikkan kerugian militer musuh.
