“Saat ini, ini adalah prioritas nasional kami,” katanya kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).
Khanal mengatakan proses pencarian dan penyelamatan menghadapi tantangan besar karena kondisi geografis wilayah terdampak berupa pegunungan yang curam dan tinggi serta jurang yang sempit.
Pemerintah Nepal juga meminta dukungan khusus dari negara-negara tetangga untuk membantu proses penyelamatan di terowongan, teknologi pendeteksian korban selamat, analisis forensik dan DNA secara cepat, serta penyediaan lemari pendingin untuk kamar mayat.
Baca Juga:Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka SuaraSiapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK
Sebanyak 11 anggota tim pengintai penyelamatan terowongan dari India telah dikerahkan ke Nepal. Sementara tim penyelamat serupa dari China diperkirakan segera tiba.
Nepal juga telah menerima lebih dari 57 metrik ton bantuan dari India. Bantuan tambahan disebut datang dari China, Jepang, Australia, dan sejumlah negara lainnya.
Di Nuwakot, salah satu distrik Nepal yang mengalami kerusakan parah akibat banjir, proses evakuasi warga terus dilakukan menggunakan helikopter.
Helikopter membawa bantuan berupa pakaian, mi instan, biskuit, dan beras ke wilayah terdampak. Helikopter lainnya membawa korban selamat keluar dari daerah yang dilanda banjir.
Sejumlah warga terlihat turun dari helikopter dengan kondisi hanya mengenakan pakaian yang mereka pakai saat dievakuasi. Seorang pria lanjut usia dibantu turun dari helikopter, sementara seorang tentara menggendong seorang perempuan lanjut usia menuju tenda medis.
Pada penerbangan lainnya, sekitar selusin orang dievakuasi dari komunitas sekitar Trishuli. Para tentara juga membawa sejumlah bayi yang berhasil diselamatkan.
Ketika sebagian warga masih meninggalkan Trishuli, sebagian lainnya kembali ke desa untuk mencari barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari rumah mereka yang rusak.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Di Nuwakot, personel militer menempelkan daftar puluhan orang hilang di dinding pusat bantuan. Keluarga korban berkerumun untuk mencari nama anggota keluarga mereka, baik dalam daftar orang hilang maupun korban meninggal.
Rajesh Kumar Ram mencari nama putranya dalam daftar tersebut. “Saya berharap, secara kebetulan, putra saya ada di suatu tempat, mungkin mereka menemukannya terjebak di suatu tempat. Saya hanya menunggu saat itu,” katanya sambil menangis.
