KORBAN meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur(NTT), kembali bertambah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa gempabumi magnitude 7,7 bertambah 4 orang jadi 75 orang.
Sehari Sebelumnya, jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 71 orang. Tambahan korban berasal dari Kabupaten Sikka sebanyak dua orang, Manggarai satu orang, dan Nagekeo satu orang.
“Kami tetap menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban gempa bumi ini hingga saat ini mencapai 75 jiwa,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Kamis (20/8) sore.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Selain itu, jumlah korban luka juga meningkat menjadi 907 orang, bertambah sembilan orang dari data sebelumnya sebanyak 898 orang. Tambahan korban luka tersebut tercatat di Kabupaten Ngada.
Sementara itu, gempa susulan masih terus terjadi di wilayah terdampak. BNPB mencatat hingga Kamis telah terjadi 3.752 kali gempa susulan. Bahkan, pada pukul 10.47 Wita, warga kembali merasakan gempa berkekuatan magnitudo 5,7.
“Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga,” ujar Berton.
Menurutnya, BNPB mengingatkan warga di daerah terdampak untuk memastikan kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke rumah atau bangunan lainnya.
Pengungsi Capai 92.735 Orang
Adapun jumlah pengungsi juga mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya 59.647 orang, bertambah menjadi 92.735 orang, atau bertambah sebanyak 33.088 orang. Sesuai data BNPB, penambahan pengungsi terbesar tercatat di Kabupaten Nagekeo sebanyak 21.883 orang, Kabupaten Manggarai 9.649 orang, dan Kabupaten Manggarai Barat 1.556 orang.
Sedangkan jumlah rumah rusak yang telah terdata BNPB mencapai 36.163 unit, bertambah 7.187 unit. Kenaikan jumlah rusak tersebut seiring semakin akuratnya pendataan kerusakan di lapangan.
Selain itu, lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BNPB terus mengirim bantuan dari Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere. Sejak 15-20 Agustus 2026, total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 729 ton.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Kemudian pada Kamis (20/8), BNPB kembali mengirim 102 ton bantuan yang terdiri dari 42 ton dari donasi dan 60 ton dari Dana Siap Pakai (DSP), meliputi paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, mi instan, tenda, matras, selimut, kasur, velbet, hygiene kit, hingga genset. Berton mengatakan, BNPB menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Salah satunya dengan mengirim bantuan ke Desa Golowoi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.
