Bencana Geologi Beruntun di Indonesia 3 Gempa Bumi Magnitudo Besar hingga Guncang 3 Wilayah

Proses pengiriman logistik bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT menggunakan pesawat Hercules, Sabtu (1
Proses pengiriman logistik bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT menggunakan pesawat Hercules, Sabtu (15/8/2026) malam. (Sumber Foto: Sekretariat Kabinet)
0 Komentar

Langkah keempat, BNPB mengoordinasikan pembukaan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko tersebut menjadi titik penerimaan bantuan dari kementerian, lembaga, BUMN, pihak swasta, maupun masyarakat sebelum dikirimkan ke wilayah terdampak di Flores melalui jalur udara.

“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere,” kata Suharyanto.

Kelima, Suharyanto meminta Basarnas memimpin operasi pencarian dan pertolongan atau SAR. Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan relawan diminta bergabung dalam operasi tersebut hingga dipastikan tidak ada lagi korban yang terjebak atau hilang.

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Keenam, BNPB menargetkan pemulihan terbatas fasilitas layanan dasar dalam waktu tujuh hari. Fasilitas yang menjadi prioritas meliputi jaringan listrik, air bersih, bahan bakar minyak (BBM), dan komunikasi.

Suharyanto juga meminta pendataan kerusakan rumah warga dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat berakhir. Data tersebut nantinya menjadi dasar pembangunan hunian sementara (huntara) atau perbaikan rumah.

Langkah ketujuh berupa pengerahan alat utama sistem senjata (alutsista) lintas lembaga untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau. Armada tersebut mencakup helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB.

“Dari TNI ada 4 helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB 2 pesawat sayap lebar dan 1 helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik,” ujar Suharyanto.

Langkah terakhir adalah pengoperasian Media Center resmi BNPB. Media Center akan menggelar press briefing setiap sore pukul 17.00 WITA untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana dan memperbarui data secara harian.

“Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore,” ucapnya.

0 Komentar