Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Dirawat di Rumah Sakit Jalani Operasi Laparoskopi Efektif

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Dirawat di Rumah Sakit Jalani Operasi Laparoskopi Efektif
PM Anwar Ibrahim saat membaca novel (Dok Twitter Anwar Ibrahim)
0 Komentar

PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dirawat di rumah sakit. Anwar Ibrahim ternyata tengah menjalani operasi laparoskopi efektif untuk penyakit hernia abdomen.

Kabar ini disampaikan langsung lewat keterangan dalam akun media sosial Instagramnya @anwaribrahim_my, Senin (10/8/2026). Ketua Tim Medis untuk YAB Perdana Menteri, Dato dr Asri Ranga Bin Abdullah Ramaiah mengungkap Anwar Ibrahim tengah dirawat setelah berhasil jalani prosedur operasi laparoskopi.

“YAB Perdana Menteri, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, telah berhasil menjalani prosedur operasi laparoskopi elektif untuk menangani hernia abdomen (hernia para-umbilikal). Prosedur tersebut berjalan lancar di bawah penanganan tim dokter spesialis,” kata Dato Asri Ranga.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Dato Asri Ranga mengatakan Anwar Ibrahim kini sedang menjalani fisoterapi. Anwar Ibrahim dalam pemantauan tim medis untuk memastikan proses pemulihan.

“Saat ini, beliau sedang menjalani fisioterapi dan tetap berada dalam pemantauan tim medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar,” ucapnya.

Anwar Ibrahim Dirawat di RS

Seperti diketahui, Anwar Ibrahim saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Dia sedang menjalani pemeriksaan dan prosedur medis, dan diperkirakan akan berada di bawah pemantauan tim medis selama dua hari.

Anwar sedang “menjalani pemeriksaan dan prosedur yang ditetapkan oleh tim ahli medis”, kata Sekretaris Pers Tunku Nashrul Abaidah dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

“Mari kita berdoa… semoga beliau diberkati dengan kesehatan yang baik sehingga beliau dapat kembali menjalankan tugasnya seperti biasa dalam waktu dekat,” imbuh pernyataan itu, dilansir kantor berita Reuters, Senin (10/8).

0 Komentar