Iran Tak Pernah Punya Senjata Nuklir, Begini Penjelasan Kedubes Iran

Iran Tak Pernah Punya Senjata Nuklir, Begini Penjelasan Kedubes Iran
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi
0 Komentar

Meskipun pada 2025, badan pengawas nuklir PBB menyebut jika pengayaan uranium di Iran ada yang mencapai 60 persen, namun angka tersebut masih di bawah kebutuhan untuk membuat senjata nuklir yakni 90 persen.

  • Iran masih menjadi anggota NPT

Iran merupakan negara anggota Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) yang memberikan hak kepada negara anggotanya untuk mengembangkan teknologi nuklir bagi kepentingan damai, seperti pembangkit listrik, kesehatan, dan penelitian.

Pemerintah Iran secara konsisten menyatakan bahwa program pengayaan uraniumnya hanya ditujukan untuk kebutuhan sipil dan bukan untuk memproduksi senjata nuklir.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

  • Iran pernah menerima inspeksi nuklir paling ketat melalui JCPOA

Dalam kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) bersama Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China, dan Uni Eropa tahun 2015, menurut Al Jazeera (23/7/2026), Iran menyetujui pembatasan ketat terhadap program nuklirnya, termasuk membatasi pengayaan uranium hingga sekitar 3,67 persen dan memberikan akses inspeksi yang sangat luas kepada IAEA.

  • Serangan AS-Israel didasarkan pada kekhawatiran kemampuan

Salah satu alasan utama Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran adalah kekhawatiran bahwa kemampuan pengayaan uranium Iran dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir di masa depan.

Namun, yang menjadi perhatian adalah potensi atau kemampuan, bukan karena telah ditemukan bukti bahwa Iran sudah memiliki bom nuklir. Perbedaan ini penting karena hingga kini belum ada bukti publik yang menunjukkan Iran telah memproduksi atau memiliki senjata nuklir yang siap digunakan.

0 Komentar