Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berharap Polda Jabar dan Polres Purwakarta bersungguh-sungguh mengungkap kasus kematian Suwarna. Ia pun telah mengunjungi keluarga korban yang merupakan ayah dari dua anak ini.
Ia juga prihatin dengan kondisi Waduk Jatiluhur yang merupakan obyek vital nasonal, tetapi tidak memiliki kamera pemantau atau CCTV yang lengkap. Waduk Jatilihur kini di bawah pengelolaan Perum Jasa Tirta II.
Dedi berharap pengelola segera mengevaluasi sistem pengamanan dengan melengkapi kamera pengawas dan membangun pusat komando. ”Saya meminta kasus ini segera terungkap pelakunya karena ini menyangkut rasa aman masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Direktur Utama PJT II Jatiluhur Imam Santoso menegaskan kamera pengawas atau CCTV sebenarnya terpasang di area Waduk Jatiluhur. Namun, titik penemuan jenazah berada di luar jangkauan area pantauan objek vital nasional tersebut.
“Bukan tidak ada CCTV, total ada 27 unit CCTV yang tersebar di titik-titik strategis Waduk Jatiluhur. Di kawasan Ubrug sendiri ada tiga unit, dan rekamannya sudah kami serahkan ke pihak kepolisian,” ujar Imam Santoso saat melayat ke rumah duka korban pada Kamis (30/7/2026)
Imam menjelaskan, tiga unit CCTV di kawasan Ubrug difokuskan untuk mengawasi area objek vital bendungan. Sementara lokasi penembakan atau penganiayaan korban berada di luar jangkauan kamera dengan jarak sekitar 2 kilometer.
“Kamera menyorot ke objek vital, bukan ke lokasi kejadian karena lokasinya di luar kawasan bendungan utama. Ke depan, kami akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menambah titik CCTV, terutama di area-area rawan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa korban merupakan petugas keamanan resmi di bawah vendor mitra PJT II yang terdaftar dan terlindungi hak-hak ketenagakerjaannya.
Hingga saat ini, jajaran Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti-bukti petunjuk guna mengungkap teka-teki penyebab pasti kematian Sumarna.
