Azis menyebut saat penangkapan, kliennya hendak mengikuti ujian disertasi atau ujian program S3 di Fakultas Kedokteran UI. Setelah ditangkap, dokter Tifa langsung digelandang ke Polda Metro Jaya.
Azis berkata meski ditangkap, dokter Tifa tetap mengikuti ujian disertasinya secara daring. Ia membagikan foto dokter Tifa sedang duduk di sebuah ruangan yang disebutnya berada di lingkungan Polda Metro Jaya.
Dokter Tifa dalam foto itu sedang membuka laptop yang disebut oleh Azis sedang mengikuti ujian disertasi.
Alasan penangkapan
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan penangkapan keduanya bukan tindakan yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari proses penyidikan. Menurutnya Roy dan Dokter Tifa ditangkap karena berkas perkara mereka dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.
“Alat bukti telah dinilai lengkap memenuhi persyaratan dan setiap tahapan ditempuh sesuai ketentuan hukum acara pidana dengan menjunjung tinggi asas kesetaraan di hadapan hukum,” kata dia.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan penangkapan itu bagian dari proses penyerahan atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kepada Kejaksaan Tinggi DKI.
“Selanjutnya guna memastikan kehadiran dan keberadaan tersangka pada proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ini berjalan lancar maka penyidik harusmemastikan keberadaan dan kehadiran tersangka,” kata Iman.
Respons Jokowi
Jokowi turut bersuara soal penangkapan dua tersangka itu. Ia mengatakan siap mengikuti proses hukum yang berlangsung.
“Kita ikuti proses hukum yang ada sampai nanti di sidang di pengadilan. Karena nanti pengadilanlah yang akan memutuskan,” kata Jokowi saat ditemui di kediaman Sumber, Jumat (19/6) siang.
Ia juga mengaku siap menghadiri langsung proses persidangan jika diminta oleh hakim. Jokowi dengan tegas mengatakan dirinya masih berkomitmen memenuhi janji tersebut.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
“Ya hadir. Akan hadir sesuai yang sudah saya sampaikan,” kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan saat ini ijazahnya masih berada di tangan Polisi sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.
“Iya. Masih di Polda,” kata dia.
