Detail mengenai lokasi persis, jumlah pelaku, maupun bagaimana serangan dilakukan belum dipublikasikan secara rinci oleh pihak berwenang. Namun, serangan tersebut mengakibatkan Bravo Martinez mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi atau tidak lama setelah kejadian.
Sesaat setelah menerima laporan mengenai penyerangan tersebut, Kantor Kejaksaan Negara Bagian Oaxaca mengaktifkan prosedur penanganan kejahatan berdampak tinggi dan membuka penyelidikan resmi.
“(Kami) segera mengaktifkan protokol investigasi untuk kejahatan berdampak tinggi,” bunyi pernyataan dari Kantor Kejaksaan Negara Bagian Oaxaca dikutipDW,Senin (15/6/2026).
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Tim penyidik, ahli forensik, dan aparat keamanan segera dikerahkan ke tempat kejadian perkara untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan kondisi di lapangan, serta melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk keperluan identifikasi dan proses forensik lebih lanjut.
Seiring dimulainya penyelidikan, pemerintah negara bagian mengerahkan operasi gabungan yang melibatkan berbagai instansi keamanan untuk mencari dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Operasi keamanan juga dilaksanakan di sekitar wilayah Mixteca guna mempersempit ruang gerak pelaku serta mencegah potensi gangguan keamanan lanjutan.
Hingga saat ini, otoritas belum mengumumkan motif pasti di balik pembunuhan tersebut maupun identitas pihak yang diduga terlibat. Namun, kasus ini terjadi di tengah kekhawatiran yang terus berkembang mengenai keamanan pejabat publik di sejumlah wilayah Meksiko.
Pembunuhan Bravo Martinez menjadi insiden kedua yang menimpa kepala daerah di Oaxaca dalam kurun waktu relatif singkat, setelah wali kota Santiago Amoltepec, Mario Hernandez Garcia, juga tewas dalam serangan terpisah pada bulan sebelumnya.
Karena itu, penyidik tidak hanya berfokus pada pelaku, namun juga menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan kriminal terorganisasi atau faktor lain yang dapat menjelaskan latar belakang serangan terhadap pejabat daerah tersebut.
