“Enggak ada, itu perlu diklarifikasi, itu informasi dari mana karena Mama Yasinta itu bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat dan organisasi-organisasi lain itu berkomitmen untuk terus menolak PSN yang ada di Papua Selatan,” terang Juple.
Salah satu sutradara film Pesta Babi, Dandhy Laksono membagikan link petisiyang dibuat Nelius Wenda, aktivis HAM asal Papua dan juga seorang pembuat film asli Papua.
“Mama Yasinta, seorang tokoh penting di dalam komunitas kami, saat ini berada dalam situasi sulit di mana keberadaannya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melaporkan sutradara dan kolaborator film ‘Pesta Babi’. Situasi ini tidak hanya membahayakan dirinya secara fisik dan psikologis tetapi juga mengancam kedamaian dan keselamatan komunitas kami secara keseluruhan,” demikian tulis Nelius.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Nelius mengajak masyarakat bergabung untuk menekankan pentingnya perlindungan bagi aktivis kemanusiaan seperti Mama Yasinta dan dukungan melawan intimidasi dan eksploitasi yang tak semestinya terjadi.
