Menurut Naim, langkah tersebut membuat area yang berada di bawah kendali Israel kini mencapai lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza.
Terpisah, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada Jumat (30/5/2026) menyatakan, rencana Netanyahu untuk memperluas wilayah yang berada di bawah kendali Israel di Jalur Gaza merupakan eskalasi yang sangat berbahaya.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran warga Palestina terhadap dampak dari pengumuman tersebut.
Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag
Perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu menetapkan bahwa pada tahap pertama, militer Israel tetap menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza.
Namun, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan memperluas wilayah kendalinya hingga mencapai 70 persen pada tahap awal, meskipun dia tidak menjelaskan rincian maupun jadwal pelaksanaannya.
Hamas mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari rencana pembersihan etnis serta pengusiran paksa rakyat Palestina dari tanah mereka.
